banner 468x60 banner 468x60

Satu Dekade Terakhir Kubu Raya Dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Kalbar

Trigger Netmedia - 4 Februari 2020
Satu Dekade Terakhir Kubu Raya Dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Kalbar
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof. Dr. Edi Suratman. - ()

triggernetmedia.com – Di balik pencapaian sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Barat selama sepuluh tahun terakhir, Kabupaten Kubu Raya juga diingatkan untuk waspada terhadap potensi pengangguran. Pasalnya dalam kurun tiga tahun terakhir terjadi penurunan realisasi investasi. Baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

“Akibatnya penyerapan tenaga kerja cenderung menurun,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof. Dr. Edi Suratman, Selasa (4/2).

Kekinian, sambungnya, persentase antara tenaga kerja yang bekerja dibandingkan dengan angkatan kerja yang tersedia itu menurun. Itu artinya ada pengangguran yang bertambah.

Edi menuturkan, berdasarkan hasil penelitiannya, Kabupaten Kubu Raya akan segera memasuki bonus demografi mulai tahun 2020 dan mencapai puncaknya di 2030.

Dikatakannya, bonus demografi adalah suatu keadaan di mana tenaga kerja produktif berjumlah cukup banyak. Yang jika tidak ada pekerjaan, maka tidak lagi menjadi bonus.

“Tapi akan jadi masalah. Jadi bonus demografi akan berubah jadi masalah demografi,” sebutnya.

Edi Suratman kemudian mengingatkan, pemerintah daerah melalui dinas terkait agar bersiap. Menurutnya, dinas terkait harus melakukan sejumlah upaya dalam menyambut bonus demografi. Di antaranya mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan, pengiriman pendidikan, dan mengundang investasi untuk masuk.

“Bonus demografi harus disambut dengan persiapan matang. Karena hanya datang sekali seumur hidup.
Di Korea, Jepang, dan China ketika bonus demografi datang, pertumbuhan ekonominya tinggi. Tapi di Afrika, ketika bonus demografi datang pertumbuhan ekonominya rendah. Karena di Afrika tidak diantisipasi dengan baik. Sedangkan di Korea, Jepang, dan China, kehadiran bonus demografi disambut dengan persiapan yang matang. Nah, di kita mesti disiapkan. Hati-hati,” ujarnya.

Meski ada potensi pengangguran meningkat, Edi menyebut Kubu Raya tetap punya potensi luar biasa untuk terus tumbuh.

Kubu Raya, sambungnya, potensial dalam menurunkan angka kemiskinan. Dalam sepuluh tahun terakhir, angka kemiskinan di Kubu Raya terus menurun. Angkanya sedikit di atas lima persen. Lebih rendah dari kemiskinan rata-rata provinsi dan jauh di bawah nasional.

“Kubu Raya, menurutnya, tinggal sedikit lagi melewati posisi Sanggau sebagai yang terendah di Kalbar dalam kemiskinan.
Ini luar biasa. Angkanya sekarang sedikit di atas lima persen. Bahkan angka kemisinan Kubu Raya lebih rendah dari kemiskinan rata-rata provinsi apalagi nasional. Nasional itu mendekati 10 persen. Provinsi itu 7,77 persen. Itu potensial untuk kita tekan menjadi yang terendah di Kalbar. Sekarang posisi terendah di Kalbar itu Sanggau. Sedikit lagi bisa kita lewati karena pertumbuhan ekonomi kita jauh di atas pertumbuhan ekonomi Sanggau,” katanya.

Memacu pertumbuhan ekonomi Kubu raya, Edi memberikan sejumlah rekomendasi. Pertama, meningkatkan daya saing bisnis dan investasi daerah melalui perbaikan infrastruktur dan penyediaan insentif fiskal. Yakni penurunan tarif pajak dan pembebasan pajak sesuai aturan dan non-fiskal, yaitu kemudahan perizinan dan layanan serta penyediaan bantuan infrastruktur.

Kedua, lanjutnya, pemerataan pembangunan desa dan kota melalui konektivitas dan perbaikan infrastuktur dengan sinergi APBDes, APBD, dan APBN.

Ketiga, mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian, perkebunan, dan perikanan melalui penetapan produk unggulan daerah dan penetapan kawasan industri di daerah.

“Kemudian melakukan peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pendidikan sesuai kebutuhan pasar kerja, terutama untuk menghadapi kehadiran bonus demografi,” pungkasnya.

Bupati Muda Mahendrawan menyatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya fokus dalam memperkuat kemandirian pangan. Sebab dalam kenyataannya pangan memakan hingga 50-60 persen pendapatan setiap rumah tangga. Sehingga sektor pangan menjanjikan potensi sangat besar. Terlebih bagi Kubu Raya yang berada di dekat kota.

“Jadi memang suka tidak suka harus didominasi sektor pangan. Baik pangan dalam arti produksi misalnya produksi mentah maupun pengolahan menjadi setengah jadi, setengah jadi menjadi jadi, dan kemasan. Nah, inilah sebenarnya keluarannya. Kalau ini semakin baik pasarnya, berarti akan menyerap terus ke bawah,” jelasnya.

“Dengan begitu, penjualan akan terus berjalan. Sistem pun terbangun dari hulu ke hilir. Sebab pemerintah akan mengawal,” jelas Muda menambahkan.

Muda mengiatakan, untik itu, maka Pemerintah harus menjadi pembeli dulu. Supaya masyarakat dan semua pihak ikut. Akhirnya pasarnya berjalan.

“Kalau tidak begitu, ada usaha yang baru jalan setengah tahun sudah ambruk,” sebutnya.

Pemerintah Daerah, ujar Muda dapat membantu menghadirkan lapangan kerja dengan APBD yang ada.

“Bagaimana caranya?
“ Belilah produk masyarakat. Termasuk oleh PNS,” ucapnya.

Rio I Ariz

Tinggalkan Komentar

Terkini

Berenang Tak Hanya Menyehatkan, Namun Tingkatkan Kemampuan Kosakata Anak

Berenang Tak Hanya Menyehatkan, Namun Tingkatkan Kemampuan Kosakata Anak

Artikel   Headline   Lifestyle   Psikologi & Tips   Serba-serbi
Pelaku Modest Fashion Menjamur, Begini Cara Produsen Busana Lokal Bersaing

Pelaku Modest Fashion Menjamur, Begini Cara Produsen Busana Lokal Bersaing

Bisnis   Comunity   Ekonomi   Headline   Lifestyle   News   Sorotan   Trend
Berapa Kali Seprai Harus Dicuci saat Cuaca Panas?

Berapa Kali Seprai Harus Dicuci saat Cuaca Panas?

Artikel   Headline   Serba-serbi   Tips
Efek Dahsyat Penerapan PPKM, Indeks PMI Manufaktur RI Anjlok ke Level 40,1

Efek Dahsyat Penerapan PPKM, Indeks PMI Manufaktur RI Anjlok ke Level 40,1

Bisnis   Ekonomi   Headline   Industri   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan hingga 90 Persen Tahun 2024

Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan hingga 90 Persen Tahun 2024

Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Ruko di Pasar dan Mall

Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Ruko di Pasar dan Mall

Bisnis   Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
PNS Kemendikbudristek Wajib Baca Naskah Pancasila pada Rabu dan Jumat, Termasuk Saat WFH

PNS Kemendikbudristek Wajib Baca Naskah Pancasila pada Rabu dan Jumat, Termasuk Saat WFH

ASN   Headline   IT   Nasional   News   Pendidikan   Sorotan   Sospolhukam   Technology
Meluas ke Luar Jawa-Bali, Satgas Minta Daerah-daerah Ini Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19

Meluas ke Luar Jawa-Bali, Satgas Minta Daerah-daerah Ini Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
PPKM Level 4 Diperpanjang, Angka Kematian Covid Indonesia Hari Ini Pecah Rekor 1.598 Jiwa

PPKM Level 4 Diperpanjang, Angka Kematian Covid Indonesia Hari Ini Pecah Rekor 1.598 Jiwa

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kota Pontianak Masuk Dalam Perpanjangan PPKM Level 4

Kota Pontianak Masuk Dalam Perpanjangan PPKM Level 4

Ekonomi   Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   News   Pelayanan Puplik   Pontianak   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com