triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai menutup sistem open dumping di TPA Batulayang dan beralih ke pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan perubahan ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Lingkungan Hidup agar praktik pembuangan terbuka dihentikan.
“Sekarang kita sudah mulai tutup sistem open dumping,” ujarnya saat meninjau TPA Batulayang, Rabu, 29 April 2026.
Sebagai pengganti, Pemkot menerapkan sistem sanitary landfill dan controlled landfill di lahan seluas 4,5 hektare yang telah mulai difungsikan.
Menurut Edi, area lama akan ditutup dengan tanah dan terpal, lalu ditata kembali, termasuk melalui penanaman pohon sebagai bagian dari pemulihan lingkungan.
Ia menjelaskan, sistem sanitary landfill memungkinkan pengelolaan sampah lebih terkontrol, termasuk pengolahan air lindi melalui instalasi khusus agar tidak mencemari lingkungan.
“Air lindi diolah di IPAL sebelum dilepas atau dimanfaatkan kembali,” katanya.
Selain itu, pengendalian gas metana dan pemantauan kualitas udara juga dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan di sekitar TPA.
Pemkot Pontianak menargetkan volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan melalui pengembangan pusat pengelolaan sampah terpadu.
Saat ini, volume sampah mencapai sekitar 450 ton per hari dan ditargetkan turun menjadi di bawah 100 ton per hari pada 2029.



