Rayakan Natal, 3 Pastur Bayar Utang Makan Siang Sekolah Senilai Rp 237 Juta

  • Bagikan
Ilustrasi makan siang kantin (Pixabay/Hans)
banner 468x60

triggernetmedia.com – Hari-hari menggembirakan tampaknya tiba lebih awal bagi sejumlah keluarga di Virginia yang berjuang keras untuk membayar utang makan siang di sekolah.

Tiga pastur di Virginia menggunakan anggaran gereja mereka senilai lebih dari 17.000 dolar AS – atau sekitar Rp 237 juta – untuk melunasi utang makan siang para siswa di dua kabupaten.

“Sepertinya ide yang bagus, tetapi kami tidak tahu apakah sebenarnya ada kebutuhan karena tidak ada satu orang pun yang pernah membicarakannya,” ujar pastur Jerry Williams di Gereja Baptis Mount Ararat, seperti dinulil dari laman suara.com, Rabu (25/12).

“Jadi kami menelepon dinas pendidikan, dan wow..ternyata memang ada kebutuhan di sana.” katanya.

Pastur Jerry Williams, Brian Bennett dan Andrew Segre memberikan 10.500 dolar AS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Stafford dan hampir 7.000 dolar AS lainnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Spotsylvania, yang menurut laporan sejumlah media, menghapus utang di dua distrik itu.

Baca juga  Gubernur Kalbar Tetapkan KLB COVID-19

Keana Butler, kepala sekolah di SD Park Ridge di Stafford, mengatakan ia skeptis ketika ketiga pastur itu mengirim email tentang utang makan siang siswa di sekolah. Ia mengatakan biasanya persaturan orang tua, guru dan murid, serta anggota staf sekolah yang melunasi utang itu.

Sekitar 75 persen dinas pendidikan di kabupaten-kabupaten di seluruh Amerika dilaporkan memiliki utang makan siang siswa, di mana rata-rata setiap sekolah berhutang sekitar 2.500 dolar AS, demikian menurut surat kabar Washington Post mengutip Asosiasi Gizi Sekolah Amerika. Jumlah rata-rata uang yang belum dibayar meningkat sebesar 70 persen sejak tahun ajaran 2012-2013.

Washington Post melaporkan siswa-siswa di Washington DC, Maryland dan Virginia berutang makan siang sekolah hingga hampir 500 ribu dolar AS.

Ditambahkan, meskipun ada Program Makan Siang di sekolah yang memungkinkan sejumlah siswa mendapatkan makan siang gratis atau dengan harga yang lebih murah, banyak keluarga yang tidak bisa mendapat jatah program ini. Hal itu terjadi karena mereka dinilai tidak memenuhi syarat untuk mendapat bantuan federal itu. Akibatnya,mereka masih harus berjuang untuk membayar sarapan dan makan siang di sekolah, lima hari dalam satu pekan.

Baca juga  Beda Usia 10 Tahun, Ayushita Syok Pacaran dengan Brondong

Pastur Williams mengatakan baik dirinya, maupun ketiga pastur lain menyadari angka statistik utang makan siang di sekolah itu. Oleh karena itu mereka berniat melunasi kembali utang-utang itu. Ia mengatakan ia berharap tindakan mereka akan meningkatkan kesadaran akan besarnya utang makan siang di sekolah.

“Ini bukan soal gereja,” ujarnya. “Membantu anak-anak dan keluarga merupakan hal yang dapat dilakukan setiap orang.” ujar dia.

Sumber: VOA Indonesia

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *