banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

PLN Berdayakan Masyarakat Kalbar Lewat Program Desa Cahaya

Trigger Netmedia - 18 Desember 2019
PLN Berdayakan Masyarakat Kalbar Lewat Program Desa Cahaya
 - ()

Dusun Engkanau, Desa Rahayu, Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau jadi desa pertama di Kalbar yang mendapatkan program ‘Desa Cahaya’, bersama PLN BUMN hadir untuk negeri.

“Beginilah kondisi desa kami dengan segala keterbatasan, namun tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berusaha meningkatkan perekonomian keluarga,” jelas Yatno (35).

triggernetmedia.com – Yatno (35th) dan warga Desa Rahayu, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat merupakan desa pertama di Provinsi Kalimantan Barat yang akan merasakan manfaat program Desa Cahaya (Cakap, Agamis, Sehat, dan Berdaya).

Program Desa Cahaya memang dirancang untuk mendorong pembangunan sosial ekonomi masyarakat desa secara mandiri.

“Kegiatan Desa Cahaya berfokus pada program kesehatan keluarga, kemandirian ekonomi produksi, pemerataan edukasi, peningkatan keahlian dan kesejahteraan sosial, keuangan mandiri non riba serta keutuhan dalam kehidupan beragama,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat (UIW Kalbar) Agung Murdifi, Rabu (18/12) di Pontianak.

“Kami ingin membangun desa mandiri secara ekonomi, sosial dan agama. Para Relawan Al Azhar akan melakukan pendampingan selama kurang lebih 1 tahun, selanjutnya akan kami pantau perkembangannya selama 3 tahun, sehingga desa yang masuk dalam program Desa Cahaya dapat benar-benar mandiri,” kata Agung mengurai program dimaksud.

Desa Rahayu berjarak 5 jam perjalanan darat dari kota Pontianak – Kabupaten Sanggau. Desa Rahayu dihuni 2.514 jiwa atau setara 683 kepala keluarga, yang terdiri dari 5 dusun yakni Dusun Engkalau, Dusun Melobo, Dusun Modah, Dusun Topis, dan Dusun Muri.

Menurut Agung, mayoritas warga berprofesi sebagai petani, peladang, dan buruh perkebunan sawit. Tanaman yang mereka budidayakan seperti terong, ketimun, pare, kacang panjang, tomat, kangkung, dan nanas sebagai produk unggulannya.

“Kami pun memilih Dusun Engkalau sebagai dusun percontohan di desa itu sebagai titik dimulainya program Desa Cahaya, karena memang potensinya cukup besar untuk menuju desa mandiri,” ungkapnya.

Ketua YBM PLN Kalbar, Andang Tri Wahyudi menjelaskan, potensi kemandirian hasil tani yang berorientasi pada ketahanan pangan berpeluang diwujudkan melalui kelompok swadaya masyarakat.

Namun, katanya, tentu saja harus dibarengi dengan penanganan secara komprehenship dan program yang berkesinambungan,” ujarnya.

Sementara itu, warga Desa Rahayu, Yatno (35) menyatakan, diperkirakan dalam waktu 1 tahun misalnya, maka warga desa optimis akan ditingkatkan pengetahuan dan keahlian dalam bertani dan beternak.

Di sektor ekonomi, dilakukan upaya peningkatan taraf kesejahteraan keluarga dan masyarakat berbasis pertanian.

Sedangkan di sektor kesehatan, dilakukan upaya peningkatan taraf kesehatan personal dan lingkungan  melalui Pos Yandu dan Pokja Kesehatan Masyarakat. Dan di sektor agama, dilakukan upaya peningkatan taraf keilmuan agama dan toleransi kehidupan beragama melalui TPA, Masjid, Musholla, serta kelompok kegiatan keagamaan lainnya.

“Kami merasa bersyukur dan sangat berterimakasih kepada PLN menempatkan  program Desa Cahaya ini. Melalui program ini tentunya memberi banyak manfaat yang akan kami dapatkan, karena nantinya akan ada pembinaan dan pendampingan di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, juga dakwah. Semoga desa kami bisa lebih maju dan berkembang lagi,” kata Yatno.

Hendra I Ariz

Tinggalkan Komentar

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com