Pemberdayaan Perempuan Kubu Raya Melalui BKMT

  • Bagikan
banner 468x60
triggernetmedia.com – Kegiatan pengajian di kediaman Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Sabtu (7/12), menuntaskan agenda Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kubu Raya di tahun 2019 yang diikuti 500 anggota BKMT dari berbagai desa dan kecamatan.
Selain ceramah agama, pengajian jadi bagian dari upaya pembinaan pemberdayaan perempuan.
Penasihat BKMT Kabupaten Kubu Raya, Rosalina Muda, mengatakan, BKMT turut aktif mewujudkan visi Kabupaten Kubu Raya religius.
Menurutnya di tahun 2019, ada tiga program unggulan BKMT. Pertama, safari PKK-BKMT ke 15 desa di 9 kecamatan. Kedua, mengadakan pengajian muslimah pada Kamis pekan pertama di setiap bulan. Ketiga, pertemuan silaturahmi dengan masyarakat sekitar.
“Melalui silaturrahmi ini kita juga melakukan kajian-kajian dan ceramah agama. Pertemuan hari ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan BKMT selama tahun 2019 sekaligus menguatkan program BKMT untuk tahun 2020 mendatang,” jelas Rosalina.
Rosalina mengungkapkan, melalui wadah BKMT pihaknya juga melakukan upaya pemberdayaan perempuan.
Selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kubu Raya, dirinya mendorong kaum ibu yang mempunyai keterampilan untuk aktif menghasilkan kerajinan yang bernilai ekonomis.
‘ Nantinya Dekranasda akan membantu pengemasan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan label halal melalui kerja sama dengan instasi terkait. Setelah semuanya sudah didapatkan, maka produk tersebut akan kami tampilkan di Galeri Dekranasda dan Galeri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Kubu Raya yang berada tepat di lobi Kantor Bupati Kubu Raya,” ujarnya.
Rosalina menyebut dengan tersedianya hasil kerajinan, maka para tamu daerah yang hendak membeli oleh-oleh dapat diarahkan untuk ke Galeri Dekranasda dan UMKM.
“Setiap tamu yang berkunjung ke Kubu Raya biasanya ingin membeli oleh-oleh. Nah, jadi kita meminta agar mereka membeli oleh-oleh di galeri tersebut. Karena semua itu merupakan hasil produk masyarakat Kubu Raya,” jelasnya.
Selain produk UMKM, kaum ibu diharapkan untuk menggalakkan kerajinan anyaman. Dengan memanfaatkan daun nipah dan daun pandan yang bisa menghasilkan keranjang dan besek dari anyaman daun pandan.
Sebab produk tersebut punya nilai jual, sekaligus andil pada upaya pelestarian lingkungan.
“Kami juga mengimbau kepala desa dan camat, agar di setiap kegiatan tidak lagi menggunakan barang-barang seperti styrofoam, plastik, atau kotak. Tapi belilah besek-besek yang dibuat ibu-ibu. Sehingga pada tahun 2020 setiap desa bisa menghasilkan besek-besek yang nantinya akan dipakai jika ada kegiatan di desa tersebut,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Rosalina juga menyampaikan arahan terkait sejumlah program menyangkut pendidikan anak usia dini, perlindungan perempuan dan anak, dan pola asuh anak.
Rio I Ariz
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *