triggernetmedia.com – Mewarnai Hari Listrik Nasional ke-74 di Kalimantan Barat, PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat menggelar Lomba Memasak Makanan Dengan Kompor Induksi “Electrifying Lifestyle,” di Taman Alun Kapuas Kapuas, Pontianak, pada Sabtu (26/10).
Kegiatan ini berlangsung meriah pastinya. Karena panitia juga menggandeng Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat.
Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Lismaryani Sutarmidji turut hadir sekaligus meninjau langsung jalannya lomba membuat kudapan berbahan dasar singkong serta penggunaan kompor listrik untuk mengolahnya.
“Singkong atau ubi kayu ini sangat mudah didapat serta harganya sangat murah. Ini juga dapat sekaligus menyukseskan satu di antara 10 program PKK yakni tentang pangan dan keanekaragaman,” jelasnya.
Menurut Lismaryani, saat ini singkong sudah dapat diolah menjadi tepung mocaf sebagai pengganti terigu. Mocaf jauh lebih baik ketimbang memakai terigu.
“Jika dilihat dari sisi kesehatan tentu ini memberi manfaat bagi kesehatan manusia,” ujarnya.
Terkait kampanye penggunaan listrik sebagai bagian dari gaya hidup, ia pun tak menampik, dan menyatakan mendukung upaya dari PLN ini.
“Jika semuanya menggunakan listrik, maka tak kalah penting juga ibu-ibu semua harus bayar listrik tepat waktu,” imbaunya.
Kegiatan Electrifying Lifestyle PLN ini juga menghadirkan Kampung Literasi binaan PLN dalam program PLN Peduli. Di stan tersebut dipajang beragam kerajinan tangan berbahan dasar olahan limbah rumah tangga, serta spot membaca untuk anak-anak.
PLN UIW Kalbar bahkan menghadirkan langsung Fitrah Berkah Insani “Kalise”, yakni Kampung Literasi Selamat.
Kampung Literasi Fitrah merupakan binaan PLN UIW Kalbar yang beralamat di Gg. Selamat I, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak.
Adalah Annisa Maharani mahasiswi Universitas Pancabakti Pontianak sebagai orang yang merintis kampung literasi tersebut.
Tujuannya adalah menciptakan satu kawasan yang mampu menginspirasi serta meningkatkan minat membaca bagi masyarakatnya.

Usai meninjau Kampung Literasi itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji turut menyatakan keekagumannya terhadap semangat yang ditularkan dari Kampung Literasi ini.
“Saya berharap PLN juga mendukung Kampung Literasi serta ikut menghadirkan di kawasan lainnya. Karena ini penting sekali untuk meningkatkan minat membaca serta melawan buta aksara, sekaligus mengangkat potensi yang ada di masyarakat sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri,” harapnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIW Kalbar Agung Murdifi mengatakan, kehadiran listrik sangat penting. Listrik, kata Agung, adalah kebutuhan vital untuk kehidupan.
“Bahkan saat ini PLN ingin mengkampanyekan pemakaian listrik sebagai bagian dari gaya hidup. Bahkan untuk memasak kini Kompor listrik pun telah eksis dan nampaknya siap menggantikan kompor konvensional,” katanya.
“Kami menggandeng ibu ibu PKK untuk turut mengkampanyekan agar kita sama sama beralih gaya hidup. Salah satunya dengan kompor induksi ini, pemakaiannya lebih praktis watt-nya pun ada yang lebih kecil, aman dan nyaman,” kata Agung lagi.
Agung kemudian menyampaikan bahwa daya listrik di Kalbar sudah cukup. Sehingga menurutnya sangat mendukung investasi masuk ke Kalbar.
“Saat ini pun jika masyarakat ingin tambah daya, kita siap layani. Masih ada diskon 50 persen hingga akhir bulan ini. Jadi silakan bagi ibu ibu untuk memanfaatkan promo tersebut,” jelasnya.
Hendra I Ariz




