banner 468x60

Surplus Beras Landak Sudah dipasarkan ke Kubu Raya

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Bupati Landak, dr.Karolin Margret Natasa, mengatakan pada tahun 2017 luas panen padi di Kabupaten Landak mencapai seluas 78.990 hektare, dengan provitas sebesar 30,96 kwintal perhektar, dan produksi sebanyak 244.520 ton.

Kemudian pada tahun 2018 luas panen 78.037 hektare. Meski sedikit menurun, namun provitas cenderung meningkat mencapai 34,36 kwintal per hektar, dengan produksi 268.135 ton.

“Artinya kita sudah surplus, terutama untuk para petani yang tidak lagi membeli beras. Tahun 2019 juga kurang lebih sama targer kita,” ujarnya, Jum’at (14/9).

Dengan surplus beras, sambung Karolin, Pemkab Landak kemudian memutuskan bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk pemasarannya.

Selain Hypertmart, Pemkab Landak juga menggandeng sejumlah CU yang ada di kabupaten itu untuk memasarkan beras-brras lokal Landak tersebut.

Menurutnya, dengan mengkosumsi beras lokal Kalbar, khususnya dari Landak, tentu masyarakat Kalbar sendiri telah membantu meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Baca juga  Epidemiolog Unhas: Kasus Kematian Covid-19 di Sulsel Cenderung Usia Produktif

Hal tersebut sekaligus dalam rangka menyusun kerangka ekonomi yang utuh dari produksi hingga ke pasar.

“Mudah-mudahan ini menjadi insipirasi dari para entreprenur yang ada di Landak, mau menggali berbagai potensi yang ada di Kabupaten Landak, kalau ada usaha saya yakin kita bisa melakukan pasar-pasar yang potensial, termasuk beras ini potensi pasarnya masih sangat luar biasa,” sebut Karolin.

Karolin menyebut, beras Landak juga merupakan salah satu program utama, agar ekonomi kerakyatan bisa maju dan berkembang di Kabupaten Landak.

“Ini merupakan diawali dari inisiatif teman-teman koperasi yang melihat dilapangan para petani sering kali berebut dengan tengkulak sehingga harga jual padi sangat rendah,” ungkapnya.

Sebagai kepala daerah, lanjutnya, ia pun mendorong koperasi melakukan kegiatan ekonomi riil untuk penjaminan dan melakukan pendampingan kepada petani.

Pendampingan dilakukan mulai dari proses tanam, panen, sampai pasca produksi hingga pemasaran saat ini.

Baca juga  Kapan SEA Games 2022 di Vietnam Digelar? Simak Penjelasannya

“Sebagai kepala daerah tentu mensupport agar ini berhasil, sesuatu yang awalnya coba-coba dan serasa mimpi kita mulai lihat hasil yang bisa kita lihat bersama. Mudah-mudahan ini bisa terus meluas lagi dan diterima masyarakat,” harapnya.

“Saat ini beras lokal Landak sudah dipasarkan di Pontianak dan kita juga sudah bekerjasama dengan Hypermart untuk pemasarannya. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh pemilik rumah makan yang ada di Landak dan Kalbar umumnya, untuk bersama-sama menggunakan beras lokal Landak,” kata Karolin di Pontianak,” timpalnya.

Saat ini, sebut Karolin, sudah ada beberapa rumah makan yang bersedia untuk menggunakan beras lokal Landak.

Salah satunya adalah Rumah Makan Sari Bundo cabang Bandara Supadio.

“Kita harapkan, kedepan semakin banyak rumah makan yang menggunakan produk kita, agar kesejahteraan petani di Landak bisa semakin meningkat,” katanya.

Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *