banner 120x600 banner 120x600

Monumen Pejuang di Nanga Pinoh masih familiar disebut ‘Naruto’

banner 120x600
banner 468x60

triggernetmedia.com – Keberadaan monumen di simpang lapangan terbang, jalan Juang kilometer 2 Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi hingga kini belum diberi nama. Meski demikian, monumen tersebut sejauh ini sangat familiar dengan sebutan ‘Tugu Naruto’, khususnya dikalangan remaja, yang terinspirasi dari cerita kartun animasi Jepang, yakni sosok Ninja Hokage serial karya Masashi Kishimoto.

“kami taunya nama tugu ini disebut tugu Naruto. Jadi memang sudah sering disebut-sebut Naruto saja. Soalnya kan tidak ada keterangan lebih jelas yang melekat dan disebutkan pada tugu tersebut,” ungkap Zulkarnaen, satu diantara remaja Nanga Pinoh, Sabtu (20/7).

Pemerintah Kabupaten Melawi sebenarnya telah mengklarifikasi bahwa tugu tersebut bukan dinamai dengan sebutan ‘Tugu Naruto’. Bahkan, Bupati Melawi, Panji pernah menegaskan kepada media massa bahwa tugu tersebut memang belum diberi nama.

“Yang pasti juga belum ada Raperda, apalagi di Perda kan,” tegas Bupati Panji, beberapa waktu lalu.

Bupati Panji menjelaskan, berkenaan dengan penamaan tugu tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi perlu meminta pendapat, pemikiran dari sejumlah pihak, termasuk dari masyarakat.

“Yang jelas kita juga perlu mendengar masukan dari masyarakat. Sehingga bisa dibuatkan Perda terkait nama tugu tersebut termasuk nama-nama fasilitas umum lainnya di Kabupaten Melawi ini,” terang Panji.

Baca juga  Warga Kubu Raya Apresiasi Pasar Murah

Pembangunan tugu di simpang lapangan terbang, di Jalan Juang kilometer 2 Nanga Pinoh dibangun pada tahun 2012. Saat itu, pembangunannya sendiri melibatkan para seniman dari tim ArtCa Yogyakarta, yang dibawa langsung ke Nanga Pinoh dibawah pimpinan Yos Tri Atmadja. Singkat cerita, keberadaan tugu tersebut menjadi Ikon ketika Melawi ditunjuk menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Kalbar.

Seniman dan sejarawan Melawi, Nurhanis Toton pernah mengusulkan tugu tersebut diberi nama ‘Tugu pejuang Laskar Merah Putih’. Menurutnya, pemberian nama tersebut berdasarkan atas pengorbanan para pejuang Laskar Merah Putih dibawah komando Teuku Zalalludin Khatim di wilayah Nanga Pinoh dalam melawan penjajah kolonial Belanda di masa perjuangan silam.

“Markas para pejuang Laskar Merah Putih ini berada di Desa Tanjung Lay,” terangnya saat ditemui jurnalis triggernetmedia.com di kediamannya di jalan H. Abdul Manan di Desa Tanjung Niaga.

Pensiunan ASN di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Melawi itu menyebutkan, dalam sejarah, pernah terjadi pertempuran hebat antara pejuang Laskar Merah Putih melawan kolonial Belanda pada November 1946 di daerah Tanjung.

“Dalam pertempuran itu banyak para pejuang Laskar Merah Putih yang gugur di Medan pertempuran. Dan Mereka gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa demi memperjuangkan sebuah kemerdekaan,” ungkap Teuku Zallaludin yang kini telah memiliki tiga orang cucu.

Baca juga  PDIP Kalimantan Barat Mulai Panaskan Mesin Politik di Landak

Secara kasat mata, monumen di simpang lapangan terbang, di jalan Juang, Nanga Pinoh itu tampak sedang menghadap matahari terbenanam. Monumen tersebut menggambarkan perawakan atau sosok seorang pria yang tinggi besar, tengah terluka dan membawa bendera merah putih.
Ekspresi wajah dari sosok pria tersebut seperti sosok pejuang yang tengah berjuang merebut kemerdekaan pada jaman penjajahan dulu. Namun, sayang monumen tersebut hingga kini justru cenderung familiar dikalangan generasi muda di Nanga Pinoh dengan sebutan monumen ‘Naruto’.


Pewarta : Dea
Editor : Ariz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.