banner 468x60

Polres Bengkayang tegas larang aktivitas PETI

Trigger Netmedia - 15 Juli 2019
Polres Bengkayang tegas larang aktivitas PETI
 - ()

triggernetmedia.com – Polres Bengkayang beserta jajaran Polsek berkomitmen melarang aktifitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Kabupaten Bengkayang. Hal itu yang ditegaskan oleh Kapolres Bengkayang AKBP Yos Guntur Yudi Fairus Susanto, melalui Kapolsek Ledo Ipda Maju K. Siregar, Senin (15/7).

“Sebagai himbauan larangan jajaran dan anggota melakukan pemasangan banner yang bertuliskan larangan dilakukannya PETI di beberapa titik lokasi yang mudah diketahui masyarakat, seperti terlihat di tepi Sungai Sambas Ledo dekat jembatan, dan di tepi Jalan Raya Ledo simpang Desa Rodaya,” ucapnya.

Dengan pemasangan banner Polres Bengkayang dan Polsek jajaran, khususnya Polsek Ledo berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam, salah satunya mencegah kerusakan lingkungan dari tangan – tangan yang tak bertanggung jawab seperti Penambangan Emas Tanpa Ijin.

“PETI dapat dipastikan berdampak negatif bagi masyarakat, karena jumlah yang menikmati keuntungan dari kegiatan tersebut hanya segelintir orang sedangkan yang terkena dampaknya bisa ribuan orang, termasuk mahluk hidup lainnya,” jelas Ipda Maju K. Siregar.

Dalam kegiatan PETI yang berhubungan langsung dengan air sungai, dapat dipastikan bahwa masyarakat yang berada di hilir sungai tidak lagi dapat menikmati air bersih dan ikan yang ada di sungai, tidak dapat berkembang dan bahkan ada kekhwatiran mengkonsumsi ikan yang berasal dari sungai tersebut.

Maka dari itu, kata dia, dalam UU RI No 04 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Minerba, mengancam berat pelaku PETI dengan sanksi pidana maupun denda.

Polres Bengkayang dan jajaran Polsek mengimbau masyarakat yang masih ada melakukan Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Kecamatan Ledo untuk ikut menjaga kelestarian alam dan lingkungan, serta peduli dengan masyarakat yang lain yang mungkin jadi korban akibat penambangan tersebut.

“dengan menghentikan aktifitas PETI tersebut, dan apabila masih melakukan aktifitas PETImaka akan ditindak lanjuti dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar dia.

Hal yang sama juga dilakukan Polsek Teriak, melalui anggota Polsek Teriak Bripka Lipus, ia menyampaikan himbauan Stop PETI kepada masyarakat di Wilayah hukum Polsek Teriak.

Masyarakat di Kecamatan Teriak diimbau tidak melakukan PETI di wilayah Teriak, kerena hal tersebut melanggar hukum yang berlaku serta efek dari penambangan emas itu sendiri mengakibatkan kerusakan lingkungan berupa pencemaran sungai dan lain-lain yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat banyak.

“Dan dalam giat tersebut Lipus juga mengajak seluruh warga Teriak untuk bersama-sama menolak adanya pertambangan emas tanpa izin, dan segera melaporkan apabila menemukan kegiatan penambangan emas tanpa izin tersebut,” tegasnya.


Sementara itu, Tokoh Pemuda Zakarias meminta kepada pihak kepolisian, Pemda melalui Pol PP, dan tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan razia di lokasi PETI.

“Maksud kita melibatkan semua pihak, agar tidak ada konflik di lapangan. Kalau misalnya pihak kepolisian tidak mampu ‘back up’ bisa minta bantuan TNI. Karena bagaimana pun, dampak yang ditimbulkan dari PETI ini sangat besar sekali. Kita berharap ada razia gabungan,” harap Zakarias.

Sementara Camat Bengkayang, Robinson mengatakan terkait dengan aktivitas PETI yang masuk terjadi di wilayah Tirta Kencana pihak kecamatan sudah melakukan pembinaan, dalam bentuk himbauan kepada masyarakat khususnya di desa Tirta Kencana, Kelurahan Bumi Mas, Kecamatan Bengkayang.

“Kita menghimbau kepada masyarakat agar berhenti melakukan aktivitas penambangan-penambangan yang sifatnya skala besar. Karena aktivitas PETI tersebut tersasar di Sungai Sebalo yang merupakan ikon kota Bengkayang yang sering disebut ‘Bumi Sebalo’. Kita berharap bersama-sama menjaga sungai Sebalo agar tetap bersih, agar keluarga dapat menikmati air tersebut seperti dahulu kala,” ujarnya.

Camat Robinson menceritakan, sebelum marak terjadinya PETI di Sungai Sebalo, seperti pada sebelum kabupaten Bengkayang terbentuk menjadi sebuah kabupaten, yang resmi memisahkan diri dari kabupaten Sambas pada tahun 1999 air Sebalo yang mengalir membela kota Bengkayang ini masih sangat jernih, bersih dan tidak tercemar.

Bahkan ekosistem didalamnya masih sangat terjaga, masyarakat masih menikmati air Sebalo sebagai kebutuhan rumah tangga. Seperti untuk mencuci, dan mandi. Tidak terjadi banjir setiap musim hujan. Beda halnya dengan kondisi sekarang ini.

“Kondisi sekarang ini sangat kotor. Saya berharap kepada pengusaha terutama perlakukan penambang agar sama-sama memikirkan kondisi sungai Sebalo, dan juga masa depan anak cucu. Sama-sama kita membangun kabupaten Bengkayang ini, agar air bisa kembali jernih seperti dahulu kala,” ucap Robinson yang sambil menggambarkan kondisi Air Sebalo 20tahun silam.

Robinson juga berharap kepada penegak hukum, baik Kepolisian, Pol PP dan Dinas terkait untuk melakukan penertiban. Ia menegaskansudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait, yakni Lingkungan Hidup mungkin kedepan akan ada langkah-langkah dalam rangka mengembalikan kondisi air Sebalo supaya bersih kembali.

Pewarta : Nar
Editor : Ariz

Tinggalkan Komentar

Terkini

Lewat Professional Womens Week, Desainer Nina Nugroho Asah Keberdayaan Kaum Perempuan

Lewat Professional Womens Week, Desainer Nina Nugroho Asah Keberdayaan Kaum Perempuan

Fashion   Headline   Infotainment   Lifestyle   Nasional   News   Serba-serbi   Trend
Presiden Jokowi Serukan Peralihan Batu Bara ke Energi Baru Terbarukan

Presiden Jokowi Serukan Peralihan Batu Bara ke Energi Baru Terbarukan

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Timnas Putri Indonesia Siap Berlaga di Kualifikasi Piala Asia 2022

Timnas Putri Indonesia Siap Berlaga di Kualifikasi Piala Asia 2022

Headline   Internasional   Kabar Arena   Nasional   Sport
Persija vs Persipura, Braif Fatari dan Novri Setiawan Masih Absen

Persija vs Persipura, Braif Fatari dan Novri Setiawan Masih Absen

Headline   Kabar Arena   News   Sport   Superliga
Belum Mendapatkan Vaksin Covid-19, 3.000 Nakes Prancis Ditangguhkan

Belum Mendapatkan Vaksin Covid-19, 3.000 Nakes Prancis Ditangguhkan

Headline   Internasional   Kesehatan   News   Sorotan   Sospolhukam
Taliban Hapus Kementerian Perempuan, Diganti dengan Kementerian Kebajikan

Taliban Hapus Kementerian Perempuan, Diganti dengan Kementerian Kebajikan

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Tasya Farasya Tiru Makeup Gigi Hadid di Met Gala, Dipuji Cantik Nggak Ada Obat

Tasya Farasya Tiru Makeup Gigi Hadid di Met Gala, Dipuji Cantik Nggak Ada Obat

Gosip   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Seksi Banget! 10 Gaya Alyssa Daguise Pamer Bahu Mulus

Seksi Banget! 10 Gaya Alyssa Daguise Pamer Bahu Mulus

Gosip   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Presiden Jokowi Divonis Bersalah soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya

Presiden Jokowi Divonis Bersalah soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya

Headline   lingkungan   Maritim   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Soal 3 Periode dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, PDIP Pastikan Menolak

Soal 3 Periode dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, PDIP Pastikan Menolak

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com