BMKG Prakirakan Curah Hujan Menurun

  • Bagikan
banner 468x60

MEMPAWAH (triggernetmedia.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Staklim Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menyatakan analisis iklim Pentad di wilayah Kalimantan Barat selama 5 hari terakhir (21– 25 Desember 2018) terdeteksi bahwa arah angin dominan dari arah Barat-Barat Laut.

“Kecepatan angin lebih besar dari rata-ratanya sebesar 4 -14 km/jam. Kecepatan angin terbesar 45 km/jam. Kondisi ini terpantau di Stasiun Meteorologi Supadio,” kata Kepala Staklim BMKG Mempawah, Wandayantolis, Rabu (26/12).

Wandayantolis menyebut suhu udara menyimpang sebesar 0.3 – 1.2 derajat selsius dari rata-ratanya. Sedangkan suhu udara tertinggi sebesar 33.4 derajat selsius terpantau di Stasiun Meteorologi Nangapinoh.

Baca juga  Sambut HUT RI ke-76, Mendikbudristek Ajak Masyarakat Ikut Lomba "Rayakan Merdekamu"

“Curah hujan secara umum lebih rendah dengan normalnya. Akumulasi curah hujan sebesar 30-60 mm/pentad,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan suhu permukaan laut (SST) di sekitar Kalimantan Barat menunjukkan anomali negatif 0.3-1.5 derajat selsius.

“Dstribusi hujan selama 5 hari terakhir secara umum wilayah Kalimantan Barat bagian utara cenderung sedikit lebih tinggi dibanding dengan wilayah lainnya,” ujarnya.

Secara umum, lanjut Wandayantolis, prospek curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada 6 hari ke depan mulsi 26-31Desember 2018 diprakirakan berkisar antara 30-50 mm/pentad, dengan kecenderungan anomali negatif yang berarti lebih rendah dari normalnya.

Baca juga  Produksi iPhone Murah Terancam Molor Akibat Virus Corona

“Distribusi curah hujan cenderung menurun di akhir pentad. Penurunan curah hujan di wilayah Kalimantan Barat, diprakirakan akan lebih tinggi di bagian pesisir selatan dibanding wilayah lainnya. Suhu udara di Kalimantan Barat 5 hari kedepan diprakirakan lebih tinggi 0.3-0.6 derajat selsius dibandingkan dengan normalnya,” ulasnya.

Adanya potensi curah hujan yang diprakirakan lebih rendah pada beberapa hari kedepan, lanjut Wandayantolis, masyarakat Kalbar secara umum yang memanfaatkan air hujan diimbau mempersiapkan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pewarta : Arizbroadcaster
Editor : Arizbroadcaster

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *