Kerajaan Matan Tanjungpura beri gelar “Kayi Mangku Jagadilaga” kepada UAS

Trigger Netmedia - 21 Oktober 2018
Kerajaan Matan Tanjungpura beri gelar “Kayi Mangku Jagadilaga” kepada UAS
 - ()

KETAPANG (triggernetmedia.com) – Kerajaan Matan Tanjungpura memberikan penghargaan terhadap Ustad Abdul Somad, Lc. MA berupa gelar sebagai “Kyai Mangku Jagadilaga” yang disematkan pada Sabtu (20/10) di Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura.

“Beliau telah mewakafkan dirinya untuk berdakwa dan menyatukan bangsa Indonesia agar tetap kokoh. Untuk itu kami menganugerahi darjah kebesaran kepada beliau agar tetap di jalan dakwah untuk merawat bangsa Indonesia,” kata Raja Matan Tanjungpura, Pangeran Ratu Kertanegara, Gusti Kamboja, Minggu (21/10).

Dikatakan, UAS dikenal gigih dalam berdakwah di tanah air. Karena itu pemberian gelar dilakukan langsung di Istana Keraton Matan Tanjungpura dengan dihadiri para tokoh masyarakat yang langsung dinobatkan oleh Pangeran Ratu Kertanegara.

Baca juga  Bawaslu - Pol PP Ketapang Tertibkan ATK Caleg Parpol yang Tabrak Aturan

“Pemberian darjah kebesaran memiliki makna yakni Kayi merupakan sebutan orang yang dimuliakan atau ditinggikan derajatnya atau dinegeri lain sebutannya Dato, kemudian Mangku merupakan pemangku, orang yang menerima amanah sebagai penyelenggara dalam hal ini ulama, tokoh masyarakat, serta juga, merupakan pasukan elite pada masa kesultanan Matan Tanjungpura unntuk menjaga kedaulatan negerinya,” ujar Raja Matan Tanjungpura, Pangeran Ratu Kertanegara, Gusti Kamboja.

Sementara, dalam sambutannya, Ustad Abdul Somad (UAS) menyampaikan terima kasih kepada kesultanan Matan Tanjungpura atas anugerah yang diberikan. Dirinya mendoakan semoga Allah melimpahkan RahmatNya kepada Negeri Matan berserta seluruh kerabat Kesultanan Matan Tanjungpura.

Baca juga  Jadi Mensos, Risma Langsung Fokus Bagi-bagi Bansos Corona

“Anugerah darjah ini merupakan bentuk penghargaan. Mari kita senantiasa meninggikan firman Allah dalam menyampaikan dakwahnya,” ujar UAS.

Dalam kesempatan tersebut, Kerabat kesultanan Matan Tanjungpura memberikan cindrahati berupa sebuah duplikat manuskrif fiqih arab melayu tahun 1896 dan batu kecubung ungu. Cinderahati disampaikan Gusti Mardansyah pemberian dari Raden Joko Santoso.

Pewarta : Jhon
Editor : Arizbroadcaster

Tinggalkan Komentar

Streaming

Close Ads X