Sering padam, warga Ketapang kritik pelayanan PT. PLN

  • Bagikan
ilustrasi.
banner 468x60

KETAPANG (triggernetmedia.com) – Pemadaman listrik di wilayah Ketapang dalam sehari mengalami dua hingga tiga kali pemadaman. Selain mengganggu aktifitas, masyarakat mengeluhkan barang-barang elektronik mereka mengalami kerusakan akibat listrik sering padam.

Warga diKelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan diantaranya mengaku kesal dengan pelayanan PT. PLN Area Ketapang yang dinilai semakin memburuk. Diantaranya bahkan berujar ketus meminta manager PLN area Ketapang dicopot dari jabatannya.

“Hampir tiap hari mati lampu. Sudah kayak zaman dulu lagi listrik sering mati. Ganti saja kepala PLN Ketapang,” ketus Deni (27), warga Ketapang, Rabu (17/10).

Menurut Deni, dalam sepekan ini sudah beberapa kali terjadi pemadaman listrik. Masyarakat pun mengaku jengkel. Sebab, pemadaman listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Kami juga menyayangkan atas pernyataan pihak PT. PLN Area Ketapang melalui akun media sosial facebook resminya belum lama ini, yang seolah marah atas kekecewaan masyarakat yang kesal atas pelayanan listrik negara itu,” ungkap Deni.

Baca juga  10 Klub yang Mampu Beli Erling Haaland dari Dortmund

“Bayangkan akun resmi PLN sampai bilang silahkan datang kelokasi kerusakan PLN kalau tidak percaya. Itukan tak pantas disampaikan ke masyarakat. Kalau gitu kami bisa saja suruh PLN periksa dompet kami kalau mereka tak percaya kami tidak punya uang buat bayar listrik,” ketusnya.

Sebagai masyarakat, Deni berharap pihak PT. PLN Wilayah Kalbar mengevaluasi kinerja PLN Area Ketapang.

“Jika perlu para pejabat yang tidak bisa bekerja maksimal memberikan pelayanan untuk dapat diganti atau dimutasi,” ujarnya.

Sementara, anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani menyebut pelayanan PT. PLN Area Ketapang dinilai semakin memburuk. Dirinya mengaku mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi.

Baca juga  Tenggelam di Parit Sui Rengas, Nyawa Dua Bocah Saudara Sepupu ini Tak Tertolong

“Di Kendawangan pemadaman sampai 29 jam lamanya, di kota Ketapang pemadaman kayak minum obat. Bayangkan kerugian yang masyarakat rasakan, aktivitas terganggu, barang elektronik banyak rusak,” kesal Abdul Sani.

Abdul Sani menyebut, kinerja Manager PT. PLN Area Ketapang dalam memanag dan memimpin dibandingkan dengan manager sebelumnya berbanding terbalik.

“Manager PT. PLN beserta jajarannya seharusnya optimal melayani kebutuhan listrik masyarakat. Jangan malah membuat Ketapang malah sering byar pet. Apalagi PLTU sudah dioperasikan,” kata Abdul Sani.

Pewarta : Jhon
Editor : Arizbroadcaster

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *