Dialog kerukunan menjaga harmonisasi keberagaman Kubu Raya

Trigger Netmedia - 17 Oktober 2018
Dialog kerukunan menjaga harmonisasi keberagaman Kubu Raya
 - ()

KUBU RAYA (triggernetmedia.com) – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kubu Raya bertemu para tokoh agama. Pertemuan berlangsung di kantor Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (16/10).

“Pertemuan kita diskusi dan dialog tentang kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Pluralitas agama di era globalisasi yang menjadi karakteristik bangsa Indonesia yang heterogen punya peran besar dalam proses integrasi dan pembangunan,” kata kepala kantor Kesbangpol, Kabupaten Kubu Raya, Hakiman.

Menurut Haliman, ajaran setiap agama mewajibkan penganutnya untuk mencintai sesama dan hidup rukun dalam keberagaman. Namun, pluralitas agama juga mengandung potensi konflik dan disintegrasi bangsa.

“Hal itu terjadi manakala masing-masing agama memiliki klaim keberadaan absolut dan muatan emosi keagamaan yang menjadi dasar interaksi primer. Karena itu, untuk menghindari terjadinya konflik berlatar perbedaan agama dan keyakinan, kita perlu membangun dan merawat kerukunan antarumat beragama yang merupakan nilai universal,” ujarnya.

Baca juga  Warga Kubu Raya Wakafkan 9,6 Hektare Lahan untuk Pemakaman Umum

Dikatakan, semua agama harus hidup berdampingan, menghormati, dan bekerja sama dalam persoalan kemanusiaan.

“Untuk menjaga keutuhan kerukunan umat beragama yang plural di Kubu Raya, dipandang sangat perlu adanya suatu langkah untuk saling mengenal di antara agama-agama melalui forum dialog antarumat beragama,” ungkap Hakiman.

Sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi terhambatnya kerukunan umat beragama harus dapat diatasi. Diantaranya warisan politik imperialisme, fanatisme dangkal, sikap sentimen, cara-cara agresif dalam penyebaran agama. Termasuk pengaburan nilai-nilai agama antara satu agama dengan yang lainnya, dan munculnya sikap klaim kebenaran yang demonstratif.

Baca juga  Leicester Gusur Liverpool di Klasemen Liga Inggris

Lebih lanjut Haliman mengungkapkan, pengajaran keagamaan harus bersikap moderat dan menerima fakta pluralitas. Kehidupan beragama yang dinamis merupakan faktor dasar yang bersifat menentukan bagi terwujudnya stabilitas nasional dan membawa manfaat yang sangat besar.

“Manfaatnya paling tidak terjamin, serta dihormatinya iman dan identitas mereka oleh pihak lain, serta terbuka peluang untuk membuktikan keagungan agama mereka masing-masing dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” sebut Hakiman.

Kerukunan antar umat beragama di Kubu Raya diharapkan secara masif melibatkan peran serta para tokoh agama. Bersama-sama membangun komunikasi dan partisipasi aktif melakukan pembinaan terhadap masyarakat di komunitas, kelompok, dan lingkungan masing-masing.

Pewarta : Rio / Humas Pemkab. Kubu Raya
Editor : Armand

Tinggalkan Komentar

Streaming

Close Ads X