<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 08:58:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.8</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gigi Susu Anak Tetap Harus Dirawat, Dokter Beatrice Ungkap Risikonya</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/11/03/gigi-susu-anak-tetap-harus-dirawat-dokter-beatrice-ungkap-risikonya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2026 08:58:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# gigi berlubang]]></category>
		<category><![CDATA[# RSUD SSMA Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Beatrice Faustina Andry]]></category>
		<category><![CDATA[gigi susu]]></category>
		<category><![CDATA[karies anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Gigi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[pasta gigi berfluorida]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan gigi sejak dini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137951</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Anggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat karena akan tanggal dan digantikan gigi permanen masih kerap dijumpai di kalangan orang tua. Padahal, kesehatan gigi susu memiliki pengaruh penting terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari kemampuan mengunyah dan berbicara hingga pertumbuhan gigi permanen. Dokter gigi Beatrice Faustina Andry menjelaskan, gigi susu berfungsi membantu anak mengunyah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/03/gigi-susu-anak-tetap-harus-dirawat-dokter-beatrice-ungkap-risikonya/">Gigi Susu Anak Tetap Harus Dirawat, Dokter Beatrice Ungkap Risikonya</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Anggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat karena akan tanggal dan digantikan gigi permanen masih kerap dijumpai di kalangan orang tua. Padahal, kesehatan gigi susu memiliki pengaruh penting terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari kemampuan mengunyah dan berbicara hingga pertumbuhan gigi permanen.</p>
<p>Dokter gigi Beatrice Faustina Andry menjelaskan, gigi susu berfungsi membantu anak mengunyah makanan, mendukung perkembangan kemampuan berbicara, menjaga bentuk wajah, serta mempertahankan ruang bagi gigi permanen agar dapat tumbuh pada posisi yang tepat.</p>
<p>Karena itu, kerusakan pada gigi susu tidak boleh dianggap sebagai masalah sepele. Salah satu gangguan yang sering terjadi adalah karies atau gigi berlubang. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa sakit dan mengganggu aktivitas anak, termasuk saat makan, tidur, maupun berkonsentrasi dalam belajar.</p>
<p>“Mengabaikan kesehatan gigi susu dapat menimbulkan berbagai masalah, salah satunya karies atau gigi berlubang. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan rasa sakit, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas anak, seperti makan, tidur, hingga berkonsentrasi saat belajar,” jelasnya ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Selasa (3/11/2026).</p>
<p>Beatrice menambahkan, kerusakan gigi yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi infeksi dan memengaruhi jaringan di sekitar gigi. Bahkan, gigi susu yang tanggal terlalu dini akibat kerusakan dapat menyebabkan ruang bagi pertumbuhan gigi permanen berkurang.</p>
<p>Untuk mencegah hal tersebut, perawatan gigi perlu dimulai sejak gigi pertama anak tumbuh. Orang tua dianjurkan membiasakan anak menyikat gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam.</p>
<p>Pemilihan pasta gigi juga perlu disesuaikan dengan usia anak. Pasta gigi berfluorida dapat membantu memperkuat lapisan email dan mencegah gigi berlubang. Untuk anak berusia di bawah tiga tahun, jumlah pasta gigi yang digunakan cukup sebesar sebutir beras. Sementara anak usia tiga hingga enam tahun dianjurkan menggunakan pasta gigi sebesar biji kacang polong.</p>
<p>Selain kebiasaan menyikat gigi, pola konsumsi anak juga perlu mendapat perhatian. Konsumsi makanan manis, seperti permen dan cokelat, serta minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.</p>
<p>“Selain menjaga kebersihan gigi, orang tua juga perlu memperhatikan pola konsumsi makanan dan minuman anak. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis, permen, cokelat, serta minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi. Membatasi konsumsi gula dan membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan gigi,” imbuhnya.</p>
<p>Beatrice juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala. Anak sebaiknya mulai diperkenalkan ke dokter gigi sejak gigi pertama tumbuh atau paling lambat ketika berusia satu tahun. Dengan pemeriksaan rutin, gangguan kesehatan gigi dapat diketahui lebih awal dan segera mendapatkan penanganan.</p>
<p>Dalam membangun kebiasaan merawat gigi, keterlibatan orang tua menjadi faktor utama. Pendampingan saat anak menyikat gigi, pemberian contoh perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengalaman positif ketika mengunjungi dokter gigi dapat membantu anak lebih terbiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut.</p>
<p>“Dengan demikian, gigi susu bukan sekadar gigi sementara yang dapat diabaikan. Keberadaannya merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Menjaga kesehatan gigi susu berarti turut mempersiapkan kesehatan gigi permanen di masa mendatang,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/03/gigi-susu-anak-tetap-harus-dirawat-dokter-beatrice-ungkap-risikonya/">Gigi Susu Anak Tetap Harus Dirawat, Dokter Beatrice Ungkap Risikonya</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berawal Ingin Mengalahkan Teman, Amira Syauqia Kini Bidik Prestasi di Porprov Kalbar</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/11/02/berawal-ingin-mengalahkan-teman-amira-syauqia-kini-bidik-prestasi-di-porprov-kalbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 10:40:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[# SD Mujahidin Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Amira Syauqia]]></category>
		<category><![CDATA[Atlet muda Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Atletik Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[estafet 4x50 meter]]></category>
		<category><![CDATA[Khatulistiwa Track & Field 2026]]></category>
		<category><![CDATA[lari 200 meter]]></category>
		<category><![CDATA[lari 80 meter]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov XIV Kalbar 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137948</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Keinginan sederhana untuk mengalahkan teman sekolah dalam lomba lari menjadi awal perjalanan Amira Syauqia menekuni dunia atletik. Dari motivasi kecil itu, siswi SD Mujahidin Pontianak ini mulai menorehkan prestasi dan menunjukkan potensinya sebagai atlet muda di Kalimantan Barat. Di usianya yang baru 10 tahun, semangat Amira untuk berkompetisi terbilang besar. Teranyar, ia mencatatkan prestasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/02/berawal-ingin-mengalahkan-teman-amira-syauqia-kini-bidik-prestasi-di-porprov-kalbar/">Berawal Ingin Mengalahkan Teman, Amira Syauqia Kini Bidik Prestasi di Porprov Kalbar</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Keinginan sederhana untuk mengalahkan teman sekolah dalam lomba lari menjadi awal perjalanan Amira Syauqia menekuni dunia atletik. Dari motivasi kecil itu, siswi SD Mujahidin Pontianak ini mulai menorehkan prestasi dan menunjukkan potensinya sebagai atlet muda di Kalimantan Barat.</p>
<p>Di usianya yang baru 10 tahun, semangat Amira untuk berkompetisi terbilang besar. Teranyar, ia mencatatkan prestasi dalam kejuaraan Khatulistiwa Track & Field 2026 dengan meraih hasil membanggakan pada tiga nomor perlombaan, yakni lari 80 meter putri, 200 meter putri, serta estafet 4×50 meter campuran.</p>
<p>Pada nomor 80 meter dan 200 meter putri, Amira berhasil finis di posisi pertama. Sementara pada nomor estafet 4×50 meter campuran, ia bersama rekan-rekannya dari SD Mujahidin harus puas menempati posisi kedua.</p>
<p>Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Amira di dunia atletik. Selain menunjukkan kemampuan bersaing dengan atlet seusianya, prestasi itu juga menjadi bekal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.</p>
<p>Kini, Amira mendapat kepercayaan untuk memperkuat kontingen atletik Kota Pontianak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat 2026. Keikutsertaan ini menjadi pengalaman berharga baginya untuk merasakan persaingan di ajang olahraga tingkat provinsi.</p>
<p>Meski masih belia, Amira tidak gentar menghadapi tantangan tersebut. Ia justru menjadikan kesempatan ini sebagai motivasi untuk terus mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mengukur hasil latihan yang selama ini dijalani.</p>
<p>Di balik prestasinya, Amira harus menjalani rutinitas latihan yang cukup padat. Ia berlatih pada pagi dan sore hari, bahkan sudah berada di lintasan atletik sejak subuh untuk mengikuti pemusatan latihan atau <em>training camp</em> (TC) sebagai persiapan menghadapi Porprov. Setelah latihan pagi, ia melanjutkan aktivitasnya di sekolah sebelum kembali berlatih pada sore hari.</p>
<p>“Semuanya ini proses. Tidak ada prestasi yang didapat semudah membalik telapak tangan. Saat ini saya latihan pagi dan sore hari. Paling berat itu sebelum turun ke sekolah, subuh hari saya sudah ada di lintasan atletik untuk TC atletik persiapan Porprov. Setelah latihan lalu ke sekolah. Sore hari latihan lagi. Mudah-mudahan di Porprov pertama kali ini, saya bisa memberikan hasil terbaik buat Kota Pontianak,” ujarnya.</p>
<p>Perjalanan Amira menjadi gambaran bahwa prestasi dapat berawal dari keinginan sederhana untuk menjadi lebih baik. Dari sekadar ingin mengalahkan teman sekolah, kini ia melangkah lebih jauh dengan membawa harapan untuk mengharumkan nama Kota Pontianak.</p>
<p>Perjalanannya masih panjang. Namun, melalui latihan, kedisiplinan, dan keberanian untuk berkompetisi, Amira mulai membangun fondasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/02/berawal-ingin-mengalahkan-teman-amira-syauqia-kini-bidik-prestasi-di-porprov-kalbar/">Berawal Ingin Mengalahkan Teman, Amira Syauqia Kini Bidik Prestasi di Porprov Kalbar</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Pontianak Tingkatkan Penerangan Taman Parit Nanas, Bahasan Tekankan Pemeliharaan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/11/02/pemkot-pontianak-tingkatkan-penerangan-taman-parit-nanas-bahasan-tekankan-pemeliharaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 07:38:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Parlementaria]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[APBD 2027]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[lampu high mast]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan fasilitas publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[penerangan taman]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Parit Nanas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137945</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan, berbagai masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak menjadi perhatian pemerintah kota dalam mengevaluasi dan meningkatkan kinerja pemerintahan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kondisi Taman Parit Nanas di Pontianak Utara, terutama terkait penerangan dan pemeliharaan fasilitas. Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung, Pemerintah Kota (Pemkot) [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/02/pemkot-pontianak-tingkatkan-penerangan-taman-parit-nanas-bahasan-tekankan-pemeliharaan/">Pemkot Pontianak Tingkatkan Penerangan Taman Parit Nanas, Bahasan Tekankan Pemeliharaan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>triggernetmedia.com –</p>
<p data-pm-slice="1 1 []">Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan, berbagai masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak menjadi perhatian pemerintah kota dalam mengevaluasi dan meningkatkan kinerja pemerintahan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kondisi Taman Parit Nanas di Pontianak Utara, terutama terkait penerangan dan pemeliharaan fasilitas.</p>
<p>Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah memproses pemasangan lampu penerangan jenis <em>high mast</em> yang mampu menjangkau lima arah pencahayaan. Fasilitas ini diharapkan membuat kawasan taman lebih terang, khususnya pada malam hari.</p>
<p>Bahasan tidak menampik bahwa minimnya penerangan berpotensi membuat sejumlah sudut taman disalahgunakan untuk aktivitas yang tidak semestinya. Karena itu, peningkatan pencahayaan dinilai penting agar taman dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.</p>
<p>“Kita tidak ingin kawasan yang sudah dibangun justru menjadi tempat aktivitas negatif. Karena itu, penerangan kita tingkatkan agar masyarakat bisa memanfaatkan taman dengan lebih nyaman,” tuturnya usai Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Kota Pontianak tentang APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2027, Senin (2/11/2026).</p>
<p>Menurut Bahasan, pembangunan ruang publik membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu memastikan fasilitas yang telah tersedia tetap terawat dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan melalui pengalokasian anggaran pemeliharaan.</p>
<p>“Taman yang sudah dibangun dengan anggaran cukup besar harus dijaga agar tetap bisa menjadi tempat rekreasi masyarakat, baik warga Pontianak maupun pengunjung dari luar daerah,” terangnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa tantangan pengelolaan fasilitas publik tidak berhenti setelah pembangunan selesai. Menjaga kualitas fasilitas dan memastikan keberlanjutan pemanfaatannya justru membutuhkan komitmen, perawatan, serta pengawasan secara konsisten.</p>
<p>“Yang berat itu sebenarnya pemeliharaan. Sama seperti meraih juara, mempertahankan juara biasanya lebih sulit daripada merebutnya. Begitu juga dengan fasilitas yang sudah dibangun, harus terus dirawat,” ujarnya.</p>
<p>Bahasan memastikan penataan dan pemeliharaan Taman Parit Nanas tetap menjadi perhatian Pemkot Pontianak. Melalui peningkatan penerangan dan perawatan berkelanjutan, taman tersebut diharapkan semakin layak menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat.</p>
<p>Selain itu, berbagai masukan DPRD terkait peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan penataan ruang publik akan menjadi bahan evaluasi pemerintah kota dalam menjalankan program pembangunan.</p>
<p>Ia berharap sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat terus diperkuat sehingga kebijakan serta program pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Pontianak.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/02/pemkot-pontianak-tingkatkan-penerangan-taman-parit-nanas-bahasan-tekankan-pemeliharaan/">Pemkot Pontianak Tingkatkan Penerangan Taman Parit Nanas, Bahasan Tekankan Pemeliharaan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lepas Kontingen PGRI Pontianak, Edi Kamtono Tekankan Disiplin dan Sportivitas</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/11/02/lepas-kontingen-pgri-pontianak-edi-kamtono-tekankan-disiplin-dan-sportivitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 07:34:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Edi Rusdi Kamtono]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[juara umum]]></category>
		<category><![CDATA[kontingen Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Singkawang]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga dan seni]]></category>
		<category><![CDATA[PGRI Pontianak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137941</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Sebanyak 83 orang yang tergabung dalam kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pontianak siap mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Kota Singkawang. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono secara resmi melepas keberangkatan kontingen tersebut, Senin (2/11/2026). Kontingen Pontianak akan berkompetisi dalam 11 cabang lomba yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/02/lepas-kontingen-pgri-pontianak-edi-kamtono-tekankan-disiplin-dan-sportivitas/">Lepas Kontingen PGRI Pontianak, Edi Kamtono Tekankan Disiplin dan Sportivitas</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Sebanyak 83 orang yang tergabung dalam kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pontianak siap mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Kota Singkawang. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono secara resmi melepas keberangkatan kontingen tersebut, Senin (2/11/2026).</p>
<p>Kontingen Pontianak akan berkompetisi dalam 11 cabang lomba yang terbagi ke dalam tiga kategori, yakni tiga cabang pembelajaran, empat cabang seni, dan empat cabang olahraga. Edi berharap para guru yang mewakili Kota Pontianak dapat menampilkan kemampuan terbaik dan meraih gelar juara umum.</p>
<p>“Selamat bertanding. Saya yakin bapak dan ibu sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga bisa mendapatkan hasil terbaik. Tentunya kita berharap Kota Pontianak bisa menjadi juara umum,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Edi, keikutsertaan para guru dalam Porsenijar menunjukkan bahwa pendidik tidak hanya memiliki kompetensi di bidang akademik dan pembelajaran, tetapi juga mempunyai potensi di bidang olahraga dan seni. Potensi tersebut menjadi kekuatan yang perlu terus dikembangkan, sekaligus memberikan ruang bagi guru untuk menyalurkan kreativitas di luar aktivitas mengajar sehari-hari.</p>
<p>“Selain memiliki tugas sebagai guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak, bapak dan ibu juga memiliki talenta olahraga dan seni. Ini menjadi kekuatan kita dalam membangun negeri, salah satunya melalui perlombaan dan pertandingan di tingkat provinsi, bahkan mungkin nanti sampai tingkat nasional,” jelasnya.</p>
<p>Edi juga mengingatkan para peserta agar mampu menyeimbangkan tanggung jawab mengajar dengan jadwal latihan dan waktu istirahat. Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi salah satu faktor penting agar peserta dapat tampil maksimal selama kompetisi.</p>
<p>Ia menegaskan, disiplin merupakan kunci dalam meraih prestasi. Disiplin tersebut tidak hanya diterapkan saat berlatih, tetapi juga dalam mengatur waktu, menjalankan tugas sebagai pendidik, serta menjaga kebugaran tubuh.</p>
<p>“Kalau ingin berprestasi, yang paling pertama adalah disiplin. Bagaimana kita mengatur jadwal latihan, tetap menjalankan tugas mengajar, dan memiliki waktu istirahat yang cukup. Semua itu harus dijaga agar bisa tampil maksimal,” pesannya.</p>
<p>Selain memberikan motivasi, Edi menyoroti perlunya dukungan berkelanjutan terhadap penyelenggaraan Porsenijar PGRI yang telah menjadi agenda rutin tahunan. Ia berharap pembiayaan kegiatan tersebut dapat direncanakan secara lebih terstruktur melalui mekanisme penganggaran yang sesuai dengan ketentuan.</p>
<p>Menurutnya, dukungan terhadap pengembangan kemampuan guru di bidang pembelajaran, olahraga, dan seni perlu dipertimbangkan melalui berbagai skema yang memungkinkan, baik dalam program pembinaan maupun mekanisme bantuan lainnya.</p>
<p>“Porsenijar ini sudah menjadi agenda tetap setiap tahun. Saya berharap bisa dipikirkan bagaimana mendukungnya melalui anggaran rutin. Mungkin dari PGRI dapat menyusun program yang bisa masuk dalam skema hibah atau mekanisme lainnya,” terangnya.</p>
<p>Edi berharap Porsenijar tidak hanya menjadi ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarguru dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta menjunjung tinggi sportivitas dan kreativitas dalam berkompetisi.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/02/lepas-kontingen-pgri-pontianak-edi-kamtono-tekankan-disiplin-dan-sportivitas/">Lepas Kontingen PGRI Pontianak, Edi Kamtono Tekankan Disiplin dan Sportivitas</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>49.351 Rekening SimPel Tercatat di Pontianak, Pemkot Integrasikan dengan Bank Sampah</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/11/02/49-351-rekening-simpel-tercatat-di-pontianak-pemkot-integrasikan-dengan-bank-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 07:29:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[bank sampah mini]]></category>
		<category><![CDATA[Edi Rusdi Kamtono]]></category>
		<category><![CDATA[literasi keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kota Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[program Adiwiyata]]></category>
		<category><![CDATA[SimPel Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Syarif Usmulyono]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137938</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Sebanyak 49.351 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) tercatat di Kota Pontianak. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memperluas program tersebut dengan mengintegrasikannya bersama bank sampah mini di sekolah. Melalui inovasi ini, pelajar tidak hanya dibiasakan menabung sejak dini, tetapi juga belajar memilah sampah sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaannya. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/02/49-351-rekening-simpel-tercatat-di-pontianak-pemkot-integrasikan-dengan-bank-sampah/">49.351 Rekening SimPel Tercatat di Pontianak, Pemkot Integrasikan dengan Bank Sampah</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Sebanyak 49.351 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) tercatat di Kota Pontianak. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memperluas program tersebut dengan mengintegrasikannya bersama bank sampah mini di sekolah. Melalui inovasi ini, pelajar tidak hanya dibiasakan menabung sejak dini, tetapi juga belajar memilah sampah sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaannya.</p>
<p>Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, program SimPel telah berjalan selama beberapa tahun dan terus disosialisasikan ke berbagai sekolah. Sosialisasi kali ini dilaksanakan di SMP Negeri 22 dan SD Negeri 15 Pontianak dengan melibatkan pihak sekolah, guru, serta Bank Kalbar.</p>
<p>“Kita juga mengajak sekolah dan para guru untuk meningkatkan akses keuangan bagi pelajar,” ujarnya usai Sosialisasi Simpanan Pelajar dan Bank Sampah Mini di SDN 15 Pontianak Selatan, Senin (2/11/2026).</p>
<p>Menurut Edi, kebiasaan menabung merupakan bagian dari pendidikan karakter yang penting ditanamkan sejak usia sekolah. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat belajar disiplin, bertanggung jawab, serta menentukan prioritas dalam menggunakan uang.</p>
<p>Ia berharap jumlah rekening SimPel terus bertambah dan program tersebut dapat menjangkau seluruh satuan pendidikan, termasuk sekolah swasta, madrasah, hingga pondok pesantren.</p>
<p>“Jumlahnya akan terus kita tingkatkan. Kalau bisa semuanya ikut, tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga swasta, madrasah, dan pondok-pondok pesantren,” katanya.</p>
<p>Perluasan akses keuangan bagi pelajar ini juga menjadi bagian dari upaya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pontianak, yang meraih TPAKD Award 2026 kategori TPAKD Terbaik Tingkat Kota Wilayah Kalimantan.</p>
<p>Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Pontianak berkolaborasi dengan Bank Kalbar dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah menghubungkan kebiasaan menabung dengan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.</p>
<p>Melalui skema ini, siswa dapat membawa sampah yang telah dipilah dari rumah ke sekolah. Sampah kemudian ditimbang dan dinilai berdasarkan jenisnya. Hasil penjualan sampah tersebut selanjutnya dimasukkan ke rekening tabungan SimPel masing-masing siswa.</p>
<p>“Kita juga menggalakkan bank sampah mini di sekolah-sekolah. Anak-anak bisa membawa sampah dari rumah, kemudian ditimbang, dinilai, dan hasilnya dimasukkan ke dalam tabungan,” jelas Edi.</p>
<p>Ia menilai, integrasi kedua program tersebut memberikan manfaat ganda. Selain mengenalkan pengelolaan keuangan sejak dini, siswa juga memahami bahwa sampah yang dipilah dengan benar masih memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali.</p>
<p>Edi menegaskan, pendidikan keuangan tidak harus dimulai dengan nominal tabungan yang besar. Hal terpenting adalah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten dan menggunakannya sesuai kebutuhan.</p>
<p>“Disiplin menabung itu sangat penting. Anak-anak juga harus cerdas menggunakan uang untuk keperluan yang memang dibutuhkan dan untuk masa depan mereka,” pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Syarif Usmulyono menjelaskan, dari 141 sekolah yang mengikuti program Adiwiyata, sebanyak 35 sekolah telah memiliki bank sampah mini. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui pembinaan dan pendampingan pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan.</p>
<p>“Ini akan terus kita kembangkan. Anak-anak kita bina terlebih dahulu bagaimana cara memilah sampah, kemudian hasil pilahannya bisa dibawa ke sekolah dan menjadi tabungan mereka,” terangnya.</p>
<p>Usmulyono mengatakan, penerapan bank sampah mini dilakukan secara bertahap. Siswa terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah dan cara memilahnya dengan benar. Setelah proses pemilahan berjalan, sekolah akan bekerja sama dengan Bank Sampah Rosella untuk membeli sampah yang dikumpulkan siswa.</p>
<p>Hasil penjualan tersebut kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan SimPel milik masing-masing siswa.</p>
<p>“Anak-anak kita ajarkan memilah sampah dari rumah. Setelah dibawa ke sekolah dalam keadaan terpilah, sampah tersebut dibeli melalui Bank Sampah Rosella dan hasilnya dimasukkan ke tabungan mereka,” jelasnya.</p>
<p>Ia mencontohkan, jenis sampah plastik tertentu memiliki nilai jual sekitar Rp4.000 per kilogram. Meski nilainya relatif kecil, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa bahwa barang yang dianggap tidak terpakai masih memiliki nilai apabila dikelola dengan tepat.</p>
<p>Selain dijual, sampah plastik yang telah dipilah juga berpotensi diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat. Menurut Usmulyono, Pontianak telah memiliki fasilitas pengolahan plastik yang dapat menghasilkan produk seperti meja dan batako.</p>
<p>“Sampah plastik yang sudah dipilah nantinya bisa diolah menjadi bahan yang berguna, seperti meja, batako, dan sebagainya. Jadi bukan hanya dikumpulkan, tetapi juga bisa dimanfaatkan kembali,” ungkapnya.</p>
<p>Usmulyono menambahkan, kebiasaan memilah sampah sejak dini menjadi salah satu langkah untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS). Semakin banyak sampah yang dipilah dan dimanfaatkan langsung dari sumbernya, semakin sedikit pula sampah yang perlu ditangani pada tahap berikutnya.</p>
<p>“Kita berharap sejak usia dini anak-anak sudah sadar terhadap sampahnya sendiri,” tuturnya.</p>
<p>Pengembangan bank sampah mini juga menjadi bagian dari penguatan program Adiwiyata di Kota Pontianak. Sejalan dengan surat edaran Wali Kota, seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di bawah kewenangan Pemkot Pontianak didorong untuk mengikuti program tersebut.</p>
<p>DLH Kota Pontianak akan melanjutkan sosialisasi dan pendampingan agar program bank sampah mini tidak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi juga menghasilkan perubahan perilaku siswa. Dengan demikian, kebiasaan memilah sampah diharapkan dapat diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.</p>
<p>“Yang ingin kita bangun adalah kesadaran sejak dini. Anak-anak terbiasa memilah sampah, memahami manfaatnya, sekaligus mendapatkan nilai ekonomi. Harapannya, kebiasaan ini terus terbawa sampai mereka dewasa,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/02/49-351-rekening-simpel-tercatat-di-pontianak-pemkot-integrasikan-dengan-bank-sampah/">49.351 Rekening SimPel Tercatat di Pontianak, Pemkot Integrasikan dengan Bank Sampah</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meriahkan HUT ke-255 Pontianak, Puluhan Kelompok Pejabat Unjuk Kebolehan Memasak Asam Pedas</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/11/01/meriahkan-hut-ke-255-pontianak-puluhan-kelompok-pejabat-unjuk-kebolehan-memasak-asam-pedas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 05:13:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# kuliner khas pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[asam pedas Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasan]]></category>
		<category><![CDATA[Edi Rusdi Kamtono]]></category>
		<category><![CDATA[HUT ke-255 Kota Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[ikan nila]]></category>
		<category><![CDATA[lomba masak]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[TP PKK Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Yanieta Arbiastutie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137934</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Suasana halaman PMI Kota Pontianak tampak berbeda pada Minggu (1/11/2026) pagi. Puluhan kelompok yang terdiri dari pejabat Pemerintah Kota Pontianak hingga perwakilan badan usaha milik daerah (BUMD) sibuk meracik bumbu dan memasak ikan nila menjadi asam pedas khas Pontianak. Mengenakan topi koki dan celemek, para peserta yang seluruhnya laki-laki itu beradu kreasi dalam lomba [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/01/meriahkan-hut-ke-255-pontianak-puluhan-kelompok-pejabat-unjuk-kebolehan-memasak-asam-pedas/">Meriahkan HUT ke-255 Pontianak, Puluhan Kelompok Pejabat Unjuk Kebolehan Memasak Asam Pedas</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Suasana halaman PMI Kota Pontianak tampak berbeda pada Minggu (1/11/2026) pagi. Puluhan kelompok yang terdiri dari pejabat Pemerintah Kota Pontianak hingga perwakilan badan usaha milik daerah (BUMD) sibuk meracik bumbu dan memasak ikan nila menjadi asam pedas khas Pontianak. Mengenakan topi koki dan celemek, para peserta yang seluruhnya laki-laki itu beradu kreasi dalam lomba memasak yang digelar Tim Penggerak PKK Kota Pontianak.</p>
<p>Sebanyak 34 kelompok mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Pontianak tersebut. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Wakil Wali Kota Bahasan, Sekretaris Daerah, para asisten, hingga kepala dinas turut merasakan pengalaman mengolah masakan khas daerah.</p>
<p>Bagi Edi, perlombaan ini menjadi pengalaman tersendiri. Ia mengaku tidak memiliki persiapan khusus, meskipun sang istri telah memberikan arahan sejak sepekan sebelum kegiatan berlangsung.</p>
<p>“Tidak ada persiapan khusus, cuma istri yang mengarahkan. Sudah satu minggu lalu diarahkan, jadi sekarang tinggal praktiknya,” ujarnya sembari tersenyum.</p>
<p>Edi mengatakan, memasak asam pedas membutuhkan ketelitian, terutama dalam menentukan komposisi bumbu dan tingkat kematangan ikan. Para peserta hanya diperbolehkan menggunakan bahan yang telah disediakan panitia tanpa menambahkan bahan lain.</p>
<p>“Ikan nila ini kalau terlalu matang bisa lembek, jadi harus pas memasaknya,” jelasnya.</p>
<p>Meski menghadapi tantangan tersebut, Edi mengaku optimistis dengan hasil masakannya. Ia juga menilai kegiatan ini sebagai cara menyenangkan untuk mengenal proses pengolahan kuliner khas Pontianak sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan pemerintah kota.</p>
<p>Menurut Edi, asam pedas merupakan salah satu kekayaan kuliner yang perlu terus dijaga keberadaannya. Cita rasa khas masakan tersebut bahkan menjadi bagian dari pengalaman yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Pontianak.</p>
<p>“Kalau ke Pontianak tidak makan asam pedas, rasanya belum sampai ke Pontianak,” ucapnya.</p>
<p>Ia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein, terutama bagi anak-anak. Menurutnya, ketersediaan hasil perikanan dari sungai maupun laut menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan untuk membiasakan keluarga mengonsumsi ikan.</p>
<p>“Kita harus banyak makan ikan karena kandungan proteinnya diperlukan, terutama untuk anak-anak. Jadi memang harus dibiasakan dalam menu sehari-hari ada ikan,” pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengakui dirinya belum terbiasa memasak. Ia pun melontarkan candaan mengenai persiapannya menghadapi perlombaan yang mengharuskannya berkreasi di depan kompor.</p>
<p>“Persiapannya tujuh hari tujuh malam, karena memang belum pernah masak,” ujarnya disambut tawa.</p>
<p>Bahasan menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan bukan semata-mata meraih kemenangan. Ia berharap lomba tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun keakraban dan memperkuat silaturahmi di antara ASN serta pejabat di lingkungan Pemkot Pontianak.</p>
<p>“Mudah-mudahan dengan adanya agenda ini, kita bisa merajut kebersamaan dan silaturahmi, terutama di antara ASN dan para pejabat Pemkot Pontianak. Sehingga kita bisa berbagi kebahagiaan pada momentum hari jadi Kota Pontianak,” katanya.</p>
<p>Ia juga berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang dengan cakupan peserta yang lebih luas, termasuk masyarakat umum.</p>
<p>“Insya Allah ke depan bisa saja melibatkan masyarakat, sehingga lombanya tidak hanya di lingkungan pemerintah kota,” tambahnya.</p>
<p>Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menjelaskan, pemilihan menu asam pedas bertujuan memperkenalkan sekaligus mempertahankan kekhasan kuliner Pontianak. Menurutnya, meskipun masakan asam pedas juga dikenal di daerah lain di Kalimantan Barat, setiap daerah memiliki karakteristik rasa dan racikan bumbu tersendiri.</p>
<p>“Asam pedas Pontianak berbeda dengan asam pedas Ketapang maupun daerah lainnya. Masing-masing punya cita rasa sendiri. Nah, kekhasan inilah yang ingin kita pertahankan,” terangnya.</p>
<p>Dalam perlombaan tersebut, setiap kelompok mendapatkan ikan nila seberat 1,5 kilogram beserta beragam bumbu yang telah disiapkan panitia. Peserta diberi kebebasan mengatur takaran bumbu sesuai kreasi masing-masing, termasuk menentukan penggunaan kecombrang.</p>
<p>Yanieta menjelaskan, asam pedas khas Pontianak umumnya tidak menggunakan kecombrang. Namun, bahan tersebut tetap disediakan agar peserta dapat berinovasi tanpa melupakan karakter utama masakan yang dilombakan.</p>
<p>“Kalau asam pedas khas Pontianak biasanya tidak memakai kecombrang. Tetapi kami tetap menyiapkannya. Silakan peserta berinovasi, yang penting tetap mengenal cita rasa khas asam pedas Pontianak,” jelasnya.</p>
<p>Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan juri yang memahami karakteristik rasa asam pedas Pontianak. Yanieta mengaku senang melihat antusiasme para pejabat yang biasanya lebih sering menikmati hidangan, tetapi kali ini harus menyiapkannya sendiri.</p>
<p>“Biasanya bapak-bapak jarang ke dapur, lebih sering tinggal makan saja. Tetapi hari ini justru mereka yang memasak sendiri. Antusiasmenya luar biasa,” ungkapnya.</p>
<p>Ia berharap lomba memasak dapat menjadi agenda tahunan dengan pilihan menu yang semakin beragam, sehingga lebih banyak kuliner khas Pontianak dapat diperkenalkan kepada masyarakat. Selain menjaga warisan kuliner daerah, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kekompakan dan kebersamaan di lingkungan Pemkot Pontianak.</p>
<p>“Yang penting semuanya happy. Menang atau tidak menang bukan persoalan. Intinya kita bersama-sama menyukseskan kegiatan ini, menjaga silaturahmi, kekompakan, dan tentunya melestarikan masakan khas Kota Pontianak,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/01/meriahkan-hut-ke-255-pontianak-puluhan-kelompok-pejabat-unjuk-kebolehan-memasak-asam-pedas/">Meriahkan HUT ke-255 Pontianak, Puluhan Kelompok Pejabat Unjuk Kebolehan Memasak Asam Pedas</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Slow Jogging 2,55K Meriahkan HUT Pontianak, Edi Dorong Budaya Hidup Sehat</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/11/01/slow-jogging-255k-meriahkan-hut-pontianak-edi-dorong-budaya-hidup-sehat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 02:33:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[# car free day]]></category>
		<category><![CDATA[Edi Rusdi Kamtono]]></category>
		<category><![CDATA[HUT ke-255 Kota Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[pontianak timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak Utara]]></category>
		<category><![CDATA[ruang terbuka hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Slow Jogging Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[sport city]]></category>
		<category><![CDATA[sport tourism]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137931</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Sebanyak 2.000 pacer memeriahkan kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Pontianak, Minggu (1/11/2026) pagi. Kegiatan yang mengambil titik start dan finis di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor PMI Kota Pontianak, ini menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/01/slow-jogging-255k-meriahkan-hut-pontianak-edi-dorong-budaya-hidup-sehat/">Slow Jogging 2,55K Meriahkan HUT Pontianak, Edi Dorong Budaya Hidup Sehat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Sebanyak 2.000 pacer memeriahkan kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Pontianak, Minggu (1/11/2026) pagi. Kegiatan yang mengambil titik start dan finis di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor PMI Kota Pontianak, ini menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.</p>
<p>Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi antusiasme peserta yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga rekreatif. Menurutnya, olahraga tidak harus dilakukan dengan intensitas tinggi, tetapi dapat dimulai dari aktivitas ringan yang menyenangkan dan bisa diikuti berbagai kalangan.</p>
<p>“Melalui kegiatan seperti slow jogging ini, kita ingin semakin banyak masyarakat yang gemar berolahraga. Tidak harus olahraga berat, yang penting rutin bergerak, sehat, dan bisa menikmati suasana kota bersama-sama,” ujarnya.</p>
<p>Sejalan dengan upaya membangun budaya hidup sehat, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak juga mewacanakan penambahan lokasi Car Free Day (CFD) di sejumlah kawasan. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan Pontianak sebagai kota ramah olahraga atau <em>sport city</em>, sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.</p>
<p>Selama ini, Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga warga, terutama pada akhir pekan. Setiap Minggu pagi, kawasan tersebut ramai dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga mengikuti kegiatan kebugaran.</p>
<p>“Kita ingin kawasan Car Free Day ini semakin banyak, tidak hanya terpusat di Ahmad Yani. Dengan semakin banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, masyarakat juga punya lebih banyak pilihan tempat untuk berolahraga,” katanya.</p>
<p>Edi menjelaskan, penambahan lokasi CFD perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur, aksesibilitas, serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Pemkot Pontianak juga berharap dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya di Kecamatan Pontianak Timur dan Pontianak Utara.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan infrastruktur di kedua wilayah tersebut dapat membuka peluang untuk menghadirkan ruang terbuka hijau dan kawasan aktivitas publik yang bisa dimanfaatkan untuk olahraga, rekreasi, serta berbagai kegiatan masyarakat.</p>
<p>“Mudah-mudahan dengan bantuan pemerintah pusat untuk peningkatan kualitas infrastruktur di Pontianak Timur dan Utara, kita bisa menambah kawasan-kawasan yang dapat dijadikan ruang terbuka hijau dan Car Free Day,” jelasnya.</p>
<p>Selain memperluas lokasi CFD, Edi menilai fasilitas olahraga perlu dikembangkan dalam berbagai bentuk. Sarana olahraga tidak selalu harus berupa stadion atau lapangan berstandar pertandingan. Taman lingkungan, jalur pejalan kaki, dan lintasan lari juga dapat menjadi pilihan untuk mendorong masyarakat lebih aktif bergerak.</p>
<p>“Kalau di taman-taman ada fasilitas olahraga, masyarakat akan lebih mudah tergerak untuk beraktivitas. Jadi kita akan terus meningkatkan kualitas dan menambah sarana prasarana olahraga, baik yang berstandar maupun yang sifatnya rekreasi,” terangnya.</p>
<p>Edi juga menyoroti potensi kegiatan olahraga massal dalam menggerakkan perekonomian lokal. Kehadiran masyarakat di kawasan CFD dapat membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner dan jasa.</p>
<p>Ia mencontohkan aktivitas di kawasan CFD Jalan Ahmad Yani yang tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang interaksi sosial sekaligus pusat kegiatan ekonomi warga.</p>
<p>“Kita bisa melihat setiap Minggu di kawasan Car Free Day Ahmad Yani, begitu banyak masyarakat yang turun untuk berolahraga. Ada yang santai, ada yang benar-benar berolahraga sampai berkeringat. Di saat yang sama, ekonomi juga bergerak. Inilah yang kita harapkan,” ungkapnya.</p>
<p>Karena itu, Edi berharap pengembangan olahraga di Pontianak tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga mendukung pembangunan kota yang sehat, produktif, dan memiliki daya tarik wisata.</p>
<p>Melalui konsep <em>sport city</em> dan <em>sport tourism</em>, Pemkot Pontianak ingin mengintegrasikan peningkatan kesehatan masyarakat, penyediaan ruang publik, penguatan komunitas olahraga, serta pengembangan ekonomi daerah.</p>
<p>“Olahraga sekarang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Selain membuat masyarakat sehat dan kuat, olahraga juga bisa menjadi penggerak ekonomi. Kita ingin Pontianak menjadi kota yang ramah olahraga sekaligus memiliki daya tarik wisata olahraga,” tegasnya.</p>
<p>Edi berharap Slow Jogging Pontianak 2,55K menjadi momentum untuk memperluas budaya olahraga di tengah masyarakat. Kegiatan yang digelar dalam rangkaian HUT ke-255 Kota Pontianak ini juga diharapkan memperkuat semangat Pontianak Tangguh Bersahabat.</p>
<p>Ia mengajak komunitas olahraga terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk menghadirkan kegiatan yang mudah diikuti masyarakat dari berbagai kalangan.</p>
<p>“Kita ingin warga Kota Pontianak semakin sehat, aktif, dan bahagia. Pemerintah akan terus berupaya menyediakan ruang dan fasilitas yang mendukung, sehingga olahraga benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/11/01/slow-jogging-255k-meriahkan-hut-pontianak-edi-dorong-budaya-hidup-sehat/">Slow Jogging 2,55K Meriahkan HUT Pontianak, Edi Dorong Budaya Hidup Sehat</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buka Lomba Sampan, Edi Kamtono Ajak Warga Kembangkan Potensi Sungai Jawi</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/10/31/buka-lomba-sampan-edi-kamtono-ajak-warga-kembangkan-potensi-sungai-jawi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2026 08:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesra]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[# drainase]]></category>
		<category><![CDATA[Edi Rusdi Kamtono]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Jawi Berkah]]></category>
		<category><![CDATA[lomba sampan]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan masyaraka]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Jawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137928</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong pengembangan kawasan Sungai Jawi menjadi ruang publik yang memadukan aktivitas rekreasi, olahraga, dan ekonomi kreatif. Penataan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan sungai, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Menurut Edi, Sungai Jawi memiliki peran strategis dalam sistem drainase Kota Pontianak, terutama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/10/31/buka-lomba-sampan-edi-kamtono-ajak-warga-kembangkan-potensi-sungai-jawi/">Buka Lomba Sampan, Edi Kamtono Ajak Warga Kembangkan Potensi Sungai Jawi</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong pengembangan kawasan Sungai Jawi menjadi ruang publik yang memadukan aktivitas rekreasi, olahraga, dan ekonomi kreatif. Penataan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan sungai, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.</p>
<p>Menurut Edi, Sungai Jawi memiliki peran strategis dalam sistem drainase Kota Pontianak, terutama karena aliran airnya dipengaruhi pasang surut. Di sisi lain, kawasan yang berada di tengah permukiman padat penduduk itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang aktivitas masyarakat yang produktif.</p>
<p>“Penduduk di sekitarnya juga padat. Karena itu, kita ingin kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga menjadi sarana rekreasi, olahraga, dan ekonomi kreatif,” ujarnya usai membuka Lomba Sampan di kawasan Sungai Jawi, Sabtu (31/10/2026).</p>
<p>Edi mengapresiasi inisiatif Kelompok Jawi Berkah bersama masyarakat dan berbagai unsur setempat dalam mengembangkan potensi kawasan tersebut. Menurutnya, dukungan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, anggota DPRD, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menjadi modal penting untuk mewujudkan penataan yang berkelanjutan.</p>
<p>“Ini menjadi kekuatan untuk menjadikan Sungai Jawi sebagai kawasan yang lebih hidup dan bermanfaat,” katanya.</p>
<p>Sejumlah aktivitas berpotensi dikembangkan di kawasan itu, mulai dari olahraga air seperti lomba sampan, kegiatan memancing, hingga berbagai bentuk rekreasi masyarakat. Selain itu, kawasan Sungai Jawi diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi usaha ekonomi kreatif yang melibatkan warga setempat.</p>
<p>Edi menegaskan, pengembangan kawasan harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Aktivitas yang semakin beragam diharapkan dapat menciptakan peluang usaha sekaligus menambah sumber penghasilan warga.</p>
<p>“Jadi bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi ada manfaat yang dirasakan langsung oleh warga,” jelasnya.</p>
<p>Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen membantu meningkatkan kualitas penataan kawasan, termasuk melalui penyediaan penerangan jalan dan pemeliharaan lingkungan sungai. Meski demikian, Edi mengingatkan agar pengembangan fungsi rekreasi dan wisata tidak mengesampingkan peran utama Sungai Jawi sebagai saluran drainase.</p>
<p>Kebersihan sungai dan kelancaran aliran air, menurutnya, harus tetap menjadi prioritas. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama mencegah penumpukan sampah serta sedimentasi yang berpotensi menghambat fungsi saluran air.</p>
<p>“Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen membantu meningkatkan kualitas penataan dan penerangan jalan. Tetapi Sungai Jawi juga harus tetap terjaga fungsinya. Kebersihan dan kelancaran aliran air harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Edi menggagas pola pemeliharaan sungai berbasis pemberdayaan masyarakat. Dalam konsep tersebut, kelompok warga dapat dilibatkan secara langsung untuk membersihkan dan merawat saluran air dengan dukungan pembiayaan rutin dari pemerintah.</p>
<p>Ia menilai, pelibatan masyarakat dapat membuat pemeliharaan lingkungan berjalan lebih efektif. Warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar sungai dapat lebih cepat mengetahui dan menangani sampah yang menumpuk di depan rumah maupun di parit, tanpa harus selalu menunggu petugas dari dinas terkait.</p>
<p>“Ke depan, kita ingin pembersihan ini diserahkan kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok yang dibentuk. Pemerintah yang membiayai secara rutin. Jadi kalau ada sampah di depan rumah atau parit, masyarakat bisa langsung menangani karena mereka yang setiap hari melihat kondisinya,” terangnya.</p>
<p>Menurut Edi, pola tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.</p>
<p>Ia berharap pengembangan Sungai Jawi dapat menjadi contoh kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mengelola potensi lingkungan perkotaan. Melalui penataan kawasan, pengembangan kegiatan olahraga dan rekreasi, serta pemberdayaan ekonomi, Sungai Jawi diharapkan tumbuh menjadi ruang publik yang menarik sekaligus memberi manfaat bagi warga.</p>
<p>“Kita ingin menjadikan kawasan Sungai Jawi ini sebagai kawasan yang berkah dan berseri. Sungainya terjaga, masyarakatnya kompak, dan aktivitas yang dikembangkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/10/31/buka-lomba-sampan-edi-kamtono-ajak-warga-kembangkan-potensi-sungai-jawi/">Buka Lomba Sampan, Edi Kamtono Ajak Warga Kembangkan Potensi Sungai Jawi</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wacana PPN Pembalut Dikritik,  Anggota Komisi IX DPR RI Singgung Beban Ekonomi Perempuan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/10/31/wacana-ppn-pembalut-dikritik-anggota-komisi-ix-dpr-ri-singgung-beban-ekonomi-perempuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2026 04:34:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Parlementaria]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# Irma Suryani Chaniago]]></category>
		<category><![CDATA[# komisi ix]]></category>
		<category><![CDATA[direktorat jenderal pajak]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan gender]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[pajak pembalut]]></category>
		<category><![CDATA[PPN pembalut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137925</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap pembalut wanita menuai kritik dari Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut terhadap perempuan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi di tengah kondisi ekonomi yang dinilai semakin sulit. Politikus Partai NasDem itu menilai, pengenaan pajak terhadap produk pembalut menunjukkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/10/31/wacana-ppn-pembalut-dikritik-anggota-komisi-ix-dpr-ri-singgung-beban-ekonomi-perempuan/">Wacana PPN Pembalut Dikritik,  Anggota Komisi IX DPR RI Singgung Beban Ekonomi Perempuan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap pembalut wanita menuai kritik dari Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut terhadap perempuan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi di tengah kondisi ekonomi yang dinilai semakin sulit.</p>
<p>Politikus Partai NasDem itu menilai, pengenaan pajak terhadap produk pembalut menunjukkan belum selarasnya kebijakan fiskal dengan upaya perlindungan kesehatan dan keadilan gender.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Irma saat menanggapi penjelasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang menyebut pembalut diperdagangkan sebagai barang kena pajak (BKP), Sabtu (31/10/2026).</p>
<p>Menurut Irma, pemerintah seharusnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan negara, tetapi juga memperhatikan hak kesehatan masyarakat. Ia menilai kebutuhan perempuan terhadap produk kesehatan reproduksi perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan perpajakan.</p>
<p>“Pengenaan PPN pada pembalut adalah contoh disharmonisasi. Kepentingan investasi (penerimaan negara) didahulukan di atas kepentingan kesehatan dan keadilan gender,” kata Irma kepada Suara.com.</p>
<p>Irma juga melontarkan kritik terhadap Kementerian Keuangan. Ia menilai kebijakan tersebut tidak mencerminkan kepekaan terhadap kondisi ekonomi masyarakat maupun prinsip keadilan gender.</p>
<p>“Kaya nggak ada lagi yang bisa dipajakin segala pembalut dipajakin, menkeu tidak cerdas dan tidak pro keadilan gender,” tegasnya.</p>
<p>Ia mengingatkan, perempuan saat ini turut menjadi penopang perekonomian keluarga. Karena itu, pemerintah diminta tidak mengeluarkan kebijakan yang berpotensi semakin menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama kaum perempuan.</p>
<p>“Dalam kondisi ekonomi yang makin sulit sebaiknya menkeu tidak menambah kesulitan lagi untuk rakyat terutama perempuan, karena saat ini perempuan bukan lagi pencari nafkah kelas 2 tapi sudah menjadi pencari nafkah kelas satu,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/10/31/wacana-ppn-pembalut-dikritik-anggota-komisi-ix-dpr-ri-singgung-beban-ekonomi-perempuan/">Wacana PPN Pembalut Dikritik,  Anggota Komisi IX DPR RI Singgung Beban Ekonomi Perempuan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi Tantangan Era Digital, Bahasan Ajak Orang Tua Perkuat Pendampingan Anak</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/10/31/hadapi-tantangan-era-digital-bahasan-ajak-orang-tua-perkuat-pendampingan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2026 04:24:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesra]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kota Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan gawai]]></category>
		<category><![CDATA[peran orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=137922</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk akhlak dan karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kemudahan akses informasi menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama untuk memastikan nilai-nilai moral dan agama tertanam sejak dini. Ia menilai, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/10/31/hadapi-tantangan-era-digital-bahasan-ajak-orang-tua-perkuat-pendampingan-anak/">Hadapi Tantangan Era Digital, Bahasan Ajak Orang Tua Perkuat Pendampingan Anak</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk akhlak dan karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kemudahan akses informasi menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama untuk memastikan nilai-nilai moral dan agama tertanam sejak dini.</p>
<p>Ia menilai, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi harus dimulai dari keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.</p>
<p>“Anak-anak akan melihat dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya,” ujarnya saat membuka Seminar Parenting Nasional di Hotel Transera Pontianak, Sabtu (31/10/2026).</p>
<p>Bahasan mencontohkan, kebiasaan sederhana seperti berkata jujur, menjaga tutur kata, hingga menyelesaikan perbedaan pendapat dalam rumah tangga turut memengaruhi pembentukan karakter anak. Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar menghindari pertengkaran di hadapan anak lantaran perilaku tersebut berpotensi ditiru dalam kehidupan sehari-hari maupun pergaulan mereka.</p>
<p>“Walaupun hanya bercanda, hindari berbohong di depan anak-anak. Begitu juga ketika suami istri berbeda pendapat, jangan sampai bertengkar di depan anak. Sebab, anak-anak ini meniru apa yang mereka lihat dan dengar,” pesannya.</p>
<p>Menurut Bahasan, tantangan pengasuhan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi. Jika dahulu anak-anak cenderung bertanya langsung kepada orang tua saat ingin mengetahui sesuatu, kini mereka dapat memperoleh berbagai jawaban dengan mudah melalui internet.</p>
<p>Namun, kemudahan tersebut tidak selalu diimbangi kemampuan anak dalam memilah informasi yang benar dan bermanfaat. Tanpa pendampingan, anak berisiko menerima bahkan meniru informasi yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan keluarga.</p>
<p>“Sekarang mereka bisa langsung bertanya kepada Google. Persoalannya, informasi yang diperoleh itu belum tentu diklarifikasi kebenarannya, tetapi bisa langsung dipercaya dan ditiru,” jelasnya.</p>
<p>Untuk itu, Bahasan mengajak orang tua lebih aktif mengawasi sekaligus mendampingi anak dalam menggunakan perangkat digital. Pembatasan penggunaan gawai, menurutnya, perlu disertai keteladanan dari orang tua.</p>
<p>Ia mencontohkan kebiasaan menggunakan telepon genggam saat sedang berbicara dengan anak. Perilaku tersebut dapat mengurangi kualitas komunikasi dalam keluarga sekaligus menjadi contoh yang kurang baik bagi anak.</p>
<p>“Ketika kita berbicara, dia malah sibuk dengan HP-nya. Hal-hal seperti ini harus mulai ditata dari keluarga,” tuturnya.</p>
<p>Bahasan menegaskan, pembentukan karakter generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan orang tua, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat juga diperlukan agar pembinaan anak dapat berjalan efektif.</p>
<p>Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, telah mengambil sejumlah langkah untuk mendukung perlindungan dan pembinaan generasi muda. Salah satunya melalui regulasi yang mengatur pembatasan aktivitas anak berusia di bawah 17 tahun di luar rumah setelah pukul 22.00 WIB apabila tidak memiliki tujuan yang jelas.</p>
<p>Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan mendorong pengawasan orang tua sekaligus melindungi anak dari berbagai risiko pergaulan dan aktivitas pada malam hari.</p>
<p>“Pemerintah Kota Pontianak sudah memberikan dukungan melalui regulasi. Tetapi kalau hanya pemerintah yang bergerak tanpa dukungan orang tua, tentu pelaksanaannya tidak akan efektif. Karena itu, perlu kerja sama kita semua,” tegasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/10/31/hadapi-tantangan-era-digital-bahasan-ajak-orang-tua-perkuat-pendampingan-anak/">Hadapi Tantangan Era Digital, Bahasan Ajak Orang Tua Perkuat Pendampingan Anak</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
