triggernetmedia.com – Seleb TikTok dengan nama pengguna @luluk.nuril atau Luluk Sofiatul Jannah, yang sebelumnya dikenal karena kemarahannya terhadap seorang siswi magang di sebuah swalayan, menggelar sebuah mediasi di SMKN 1 Kota Probolinggo, Rabu (6/9). Mediasi ini bertujuan untuk menyelesaikan kontroversi yang telah menciptakan kegaduhan di media sosial.
Dilansir dari berbagai sumber, Luluk Sofiatul Jannah, merupakan istri seorang anggota Polisi, M. Nuril, tampil dengan sangat berbeda ketika membacakan surat permohonan maafnya di hadapan awak media dan sejumlah pihak terkait. Di antara mereka yang menyaksikan adalah Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardamna, kepala sekolah, guru, dan orang tua korban.
Dengan nada yang penuh rasa menyesal dan menahan tangis, Luluk Sofiatul Jannah mengaku jika perbuatannya merugikan banyak pihak, termasuk institusi Polri.
“Dengan kerendahan hati dan kesadaran diri, saya mengucapkan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya, pihak SMKN 1 Kota Probolinggo, dan keluarga besar, manajemen KDS, Bapak Kapolri, Bapak Kapolda, dan Bapak Kapolres atas apa yang sudah saya perbuat,” ujarnya.
Selain meminta maaf, Luluk juga mengakui bahwa tindakannya memviralkan aksi marahnya terhadap siswi magang di media sosial adalah tindakan yang sangat tidak bijaksana dan telah menciptakan kegaduhan.
Ia menyampaikan penyesalannya kepada masyarakat dan mengakui bahwa apa yang dilakukannya di platform TikTok dan Instagram tidak patut dilakukan.
Luluk Sofiatul Jannah berjanji untuk menjadi lebih bijak dan etis dalam penggunaan media sosialnya di masa depan.
“Hari ini adalah pelajaran berharga bagi saya, terima kasih atas perhatiannya,” tambahnya dengan suara yang terputus-putus sambil mengusap air mata yang menetes.
Kasus ini akhirnya berakhir damai setelah proses mediasi yang berlangsung selama sekitar 5 jam dan dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana.
Perdamaian itu ditandai dengan salaman, pelukan, dan ciuman pipi antara Luluk Sofiatul Jannah dengan orang tua korban. Ekspresi emosional Luluk ini sangat berbeda dari citra yang biasanya ia tampilkan di akun media sosial pribadinya.
Kepala SMKN 1 Kota Probolinggo, Dwi Anggraeni, juga memberikan pesan kepada Luluk, mengingatkannya bahwa setiap perbuatan memiliki dampak dan risikonya.
Ia berharap Luluk tidak akan mengulangi perbuatannya dan berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mediasi, khususnya kepada Luluk dan suaminya karena telah menunjukkan itikad baik.
Sebelumnya, aksi marah Luluk Sofiatul Jannah terhadap siswi magang di swalayan sempat menjadi viral setelah ia merekam dan mengunggahnya di media sosial.
Luluk merasa kesal dengan layanan yang diberikan oleh pegawai magang di swalayan setelah mengambil barang belanjaan dalam jumlah besar. Dalam video yang diunggahnya, Luluk juga menggunakan kata-kata yang merendahkan siswi magang tersebut.
