triggernetmedia.com – Dalam capaian yang luar biasa, SMPN 3 Kota Pontianak sekali lagi menunjukkan keunggulannya di panggung nasional melalui Spanta Percussion, yang membawa nama harum bagi Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Spanta Percussion berhasil meraih 10 besar peserta kontes Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN), sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), khususnya dalam kategori musik tradisional.
Perjalanan menuju prestasi nasional ini ditandai pada tingkat lokal di Kota Pontianak, di mana mereka muncul sebagai juara, dan kemudian meraih posisi teratas dalam kategori musik tradisional di tingkat provinsi Kalbar.
Ini membuka jalan bagi mereka untuk bersaing di tingkat nasional, di mana mereka sekarang berhasil meraih tempat di antara 10 besar yang prestisius.
“Mudah-mudahan anak kita yang sedang berjuang ini bisa memperoleh medali emas, FLS2N ini ajang paling bergengsi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek,” ungkap Kepala SMPN 03 Kota Pontianak, Subhan saat diwawancarai, Senin (14/8).
Tahun sebelumnya, sekolah ini juga berhasil meraih medali emas dalam kategori tari tradisional pada acara serupa.
Faktor penting dalam kisah keberhasilan ini, seperti yang diungkapkan oleh Subhan, adalah upaya kolaboratif dari para orangtua dan wali siswa SMPN 3 Kota Pontianak.
“Partisipasi orangtua sungguh sangat luar biasa untuk anak-anak kita yang berprestasi,” tambahnya,
Subhan menuturkan, sekolah mengidentifikasi dan merawat bakat-bakat setiap siswa sejak masuk kelas tujuh, memastikan bahwa mereka sejalan dengan kemampuan dan minat siswa.
Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, terutama yang diprioritaskan untuk kompetisi yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi siswa.
Pendekatan sekolah melibatkan tidak hanya mempersiapkan siswa, tetapi juga melibatkan orang tua dalam meningkatkan prestasi mereka.
Subhan mengungkapkan bahwa jalan menuju keberhasilan tingkat nasional tidak semata-mata ditentukan oleh upaya sekolah, tetapi lebih tergantung pada sinergi antara sekolah dan orang tua.
“Paling hanya sedikit yang bisa diberikan oleh sekolah selebihnya itu memang dukungan orang tua. Kalau tidak dukungan orang tua susah mau mendapatkan juara, karena prosesnya itu yang mahal apalagi ini seni,” tutupnya.










