triggernetmedia.com – Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara daring digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (10/7).
Acara yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Suhajar Diantoro, ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ignasius, serta perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Sekjen Kemendagri, Suhajar Diantoro, menyampaikan berbagai data ekonomi yang relevan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata berhasil menempati peringkat 49 dari 85 negara di seluruh dunia, dengan pertumbuhan mencapai 5,03 persen.
Meskipun menghadapi tantangan, angka ini menunjukkan adanya potensi pertumbuhan ekonomi yang baik di tanah air.
Salah satu fokus utama Rakor kali ini adalah mengendalikan inflasi yang terjadi di daerah masing-masing.
Suhajar menekankan pentingnya koordinasi antar pemerintah dalam menghadapi tantangan inflasi.
Stabilisasi harga menjadi fokus utama dalam pengendalian inflasi, termasuk dengan memperkuat logistik dan distribusi pasokan dari daerah surplus ke daerah yang mengalami defisit.
Dalam menghadapi realisasi pendapatan APBD yang belum mencapai target pada pertengahan Juli, Ia mengajak seluruh daerah untuk mengoptimalkan upaya dalam meningkatkan realisasi pendapatan tersebut.

Dalam data yang disampaikan, Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan capaian 49,92 persen, namun masih diperlukan langkah lebih lanjut untuk mencapai target yang lebih optimal.
Sementara itu, dalam hal realisasi belanja bantuan sosial APBD, Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan prestasi yang menggembirakan dengan tingkat realisasi mencapai 84,76 persen, menempati posisi kedua setelah Kalimantan Selatan.
Meski begitu, rata-rata alokasi anggaran provinsi baru mencapai 164,44 persen dengan rata-rata realisasi 35,91 persen.
Upaya lebih lanjut perlu dilakukan untuk mempercepat realisasi anggaran dan mendukung program pembangunan yang telah direncanakan.
Selain membahas isu ekonomi dan anggaran, Rakor juga membahas penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah kabupaten/kota, terutama di wilayah Jawa.
Beberapa komoditas, seperti Cabai merah, Daging Ayam Ras, Bawang Putih, dan Cabai Rawit, menjadi penyumbang utama kenaikan IPH di beberapa daerah.
Suhajar juga mengingatkan mengenai peristiwa El Nino yang berpotensi menghambat produktivitas dan ketersediaan bahan pokok di wilayah yang terdampak.
Ia menghimbau semua pihak di daerah untuk segera mengambil langkah-langkah proaktif dalam menghadapi potensi dampak dari peristiwa alam ini.










