triggernetmedia.com – Sering bosan ngelakukan hal yang sama setiap harinya, belajar dan terus belajar dilakukannya saat duduk di kelas satu SMA, membuatnya berpikir untuk membuka usaha dibidang kuliner saat kelas dua.
Terciptalah nama Jaring (jajanan ringan) merupakan brand kuliner yang dimiliki oleh Najla, siswi SMA Negeri 1 Pontianak.
Berbagai macam kue seperti Fruit Sandwitch, Onigiri, Puding Vla, hasil kreasinya mengalami laku keras, setiap jajanan ini dijajakan di sekolah.

Gadis manis ini mengatakan, di sekolah kue hanya dijual dua kali dalam seminggu, “biasanya sih Rabu dan Jumat atau kamis dan jumat kue dijual di sekolah” ujar lala, sapaan akrabnya sehari-hari.
Diakuinya setiap dagangan yang dibawa ke sekolah selalu habis terjual. “Minimal saya bawa 50 pcs kue, dan untuk hari Jumat bisa lebih dari 50 pcs kue dan habis terjual,” ungkap gadis yang sempat juga menjadi freelancer waktu SMP.
Untuk jenis kue yang didagangkan di Sekolah, lala mengakui biasanya kawan-kawan memesan kue apa yang mereka inginkan jauh hari sebelumnya, hal ini membuatnya jarang mengalami kerugian akibat kue tidak laku terjual.
Selain dari rasa, lala juga mengedepankan urusan packaging di setiap kue yang dijualnya.

Harga kue yang dijual berkisar dari Rp 10 ribu hingga Rp 17 ribu per pcs ini, diakuinya Jaring kini beromset jutaan tiap bulannya.
Selain menjual kue di sekolah secara offline, Jaring juga memiliki Instragram (@jaring._) yang dipergunakan untuk menjual kue secara online.

Strategi ini digunakannya untuk mengikat konsumen baru yang masih tidak tau produk yang Jaring jual, berbagai jenis kue berupa gambar berikut harga ditampilkan dalam Instgram tersebut.










