triggernetmedia.com – Staf Ahli Bupati Landak Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Anem menyebut, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, sehingga upaya peningkatan produksi pangan di dalam Negeri perlu menjadi perhatian.
Sektor pertanian adalah sektor yang sangat vital karena berperan dalam ketersediaan bahan pangan.
“Jika melihat situasi dunia saat ini dimana Presiden RI Joko Widodo beberapa kali dalam pidatonya menegaskan bahwa ancaman krisis pangan global sangat nyata, maka kita juga harus tanggap akan isu ini dan melakukan Tindakan preventif agas krisis pangan tidak terjadi di wilayah kita,” ujar Anem membuka acara Panen dan Prosesing Benih Padi Kegiatan Demonstrasi Benih Unggul Tanaman Pangan di Desa Caokng Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak. Bertempat di Desa Caokng, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak. Jumat (2/9/2022).
Anem mengatakan ancaman krisis disebabkan oleh perang Rusia-Ukraina. Padahal kedua negara tersebut merupakan produsen dan eksportir komoditas utama dunia, seperti minyak dan gas, pertambangan, hingga pangan.
“Ditambah lagi pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan efek dominonya pada berbagai sektor, termasuk pada sektor pertanian. Oleh karenanya hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah negara tak terkecuali Indonesia,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan, sambung Anen, kita masih berpeluang besar untuk dapat terus meningkatkan produksi pangan salah satunya adalah melalui peningkatan produktivitas. Peningkatan produksi disertai kualitas hasil yang baik merupakan orientasi utama dari kegiatan pembangunan tanaman pangan.
“Salah satu upaya dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan adalah penggunaan benih bermutu dari varietas unggul. Benih merupakan kebutuhan dasar, input utama dalam melakukan kegiatan produksi tanaman,” ujarnya.
“Penyediaan benih bermutu varietas unggul yang produktivitasnya tinggi dan sesuai dengan preferensi petani dengan jumlah yang cukup dan tepat waktu adalah salah satu strategi untuk mencapai kecukupan pangan,” sambung Anem.
Anem berharap para petani dapat mengadopsi informasi, teknologi, ilmu, dan keterampilan yang sudah didemontsrasikan serta dapat mengadopsi varietas unggulnya jika memang sudah terbukti cocok dikembangkan di lahan pertanian setempat khususnya di Desa Caokng.
“Saya ingin kedepannya ada lahan lain milik petani yang lebih produktif. Bukan lagi sekedar lahan percontohan melainkan lahan yang secara nyata lahir dari hasil demonstrasi ini dan mampu menghasilkan padi unggul karena ketersediaan benih dalam jumlah dan waktu (availability), kemudahan akses dalam hal harga dan tempat (accessibility) serta penggunaan yaitu mutu dan varietas (utility) masih belum mampu terpenuhi,” ujarnya.
Selain itu, para petani diminta jangan pernah berhenti untuk belajar dan menerima berbagai inovasi dan teknologi di bidang pertanian.
“Demonstrasi benih unggul tanaman pangan ini pasti dilakukan dengan tujuan untuk pertanian kita yang lebih maju. Harapan saya penangkar benih kita nanti mampu menyediakan benih varietas unggul dengan memperhatikan kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya,” katanya.
“Pemerintah melalui para petugas dari Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Kalimantan Barat dan juga para Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan harus senantiasa membimbing dan membina para petani penangkar benih,” kata Anem memungkas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Landak, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih (UPT PSB) Provinsi Kalimantan Barat, Perwakilan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak, Forkopimcam Mempawah Mempawah Hulu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mempawah Hulu, Kepala Desa Caokng beserta perangkat desa, PBT Kabupaten Landak, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Mempawah Hulu, Kelompok Tani dan tamu undangan lainnya.











