triggernetmedia.com – Pengurus inti Pemuda Dayak Kalimantan Barat (PDKB) mengaku kecewa terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng Heriadi, yang dinilai enggan ditemui langsung dan menolak sejumlah pengurus inti PDKB untuk beraudiensi langsung di ruang kerjanya, Senin (17/1/2022) siang.
“Kita tidak diterima untuk bertemu langsung dengan kepala dinas dengan berbagai alasan dan dialihkan ke sekretaris namun sekretaris juga tidak berada di tempat. Padahal ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan dan pertanyakan terkait pengelolaan Rumah Radakng dan hal- hal lain yang memang dianggap perlu dengan kepala dinas yang membidangi hal ini,” kata Teofilus Boni Ketua Umum PDKB. Senin (17/1/2022) petang.
Sebagai kepala suatu instansi, sambung Teo, seharusnya kepala dinas mampu melayani setiap masyarakat yang ingin bertemu dalam menyampaikan permasalahan dan mencari informasi karena kepala dinas merupakan perpanjangan tangan Gubernur.
“Tak mungkin kan kami harus menghadap Gubernur untuk masalah begini,” ujarnya.
Teo menyebut, terkait pengelolaan rumah Radakng, sebagai organisasi kepemudaan Dayak di Provinsi Kalimantan Barat sudah sewajarnya bertanya dan mendapat jawaban yang semestinya guna mengetahui siapa saja yang ikut serta dalam mengelola rumah Radakng berdasarkan penjelasan langsung dari dinas terkait.
“Kami lihat rumah Radakng ini dikelola orang yang tak paham dengan adat istiadat masyarakat Dayak. Terlebih masalah kebersihan dan tata kelola taman. Dimana letak dan aspek budaya Dayaknya sangat berbeda jauh dari harapan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua PDKB, Adrianus Marsel menyatakan, sedianya sejak jam 10.00 wib mereka sudah menunggu ke ruang tunggu. Meski sudah menunggu dalam waktu yang relatif lama, kepentingan mereka untuk beraudiensi langsung dengan Kadisdikbud Prov. Kalbar itu justru mendapat respon yang tidak mengenakkan.
“Krn ada tamu. Lepas tu, tamu keluar. Ajudan Pak Kadis bilang Pak Kadis mau istirahat siang dah tu mau menghadap gubernur krn udah menghubungi Ajudan Gubernur. Terus kami dialihkan ke Sekretaris, sedangkan sekretaris keluar krn jam istirahat dan disuruhnya besok. Sedangkan besok kan ada keperluan lain. Masak harus besok2 lagi,” beber Adrianus via pesan elektronik.
Mengaku diperlakukan kurang nyaman dengan Kadisdikbud Prov. Kalbar ini, pengurus inti PDKB ini akhirnya berencana untuk beraudiensi langsung dengan Gubernur Kalbar.
” Sudah kita konfirmasi langsung ke pak Gub, dan akan dijadwalkan beliau nanti,” tutup Adrianus.



