Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Nydia Ayomi, Dokter Muda di Papua Barat Meninggal Akibat Covid-19

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
17 Juli 2021
in Headline, Kesehatan, Nasional, News, Sorotan
0
Nydia Ayomi, Dokter Muda di Papua Barat Meninggal Akibat Covid-19

Ilustrasi--Jenazah pasien Covid-19.

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga besar RSUD Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, sebab salah satu dokter terbaik meninggal dunia akibat Covid-19.

Dokter muda asal Papua, dr Nydia Ayomi, menghembuskan nafas terakhir pada pada Kamis, (15/7) setelah berjuang melawan Covid-19. Kematian putri Papua itu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Wondama.

“Kami sangat kehilangan sekali,” kata Direktur RSUD Teluk Wondama, dr Yoce Kurniawan, usai rapat Satgas Covid-19 di Gedung Sasana Karya, kantor Bupati Teluk Wondama di Isei, Jumat (16/7/2021).

Ayomi sehari-hari bertugas sebagai dokter jaga di Unit Gawat Darurat RSUD Teluk Wondama di Wasior. Meski tidak masuk dalam tim isolasi untuk penanganan pasien Covid-19, posisinya sebagai dokter jaga UGD membuat dia hampir setiap waktu bersentuhan langsung dengan orang-orang yang terinfeksi virus corona.

“Karena UGD itu pintu masuk semua pasien termasuk yang terinfeksi Covid-19 datang untuk mendapatkan pelayanan medis,” ujar Kurniawan.

Tuntutan pelayanan itulah yang membuat Nidya akhirnya terpapar Covid-19. Saat terkonfirmasi positif, dokter kelahiran 1991 itu tengah hamil tujuh bulan.

Sempat isolasi mandiri selama tiga hari, kesehatan Ayomi tak kunjung membaik. Kehadiran riwayat hipertensi berat membuat kondisinya semakin buruk sehingga harus masuk peraawatan di ruang isolasi. Dua hari di ruang isolasi belum juga ada tanda-tanda membaik. Gejalanya semakin berat meskipun telah diberikan oksigen tekanan tinggi.

Tim dokter kemudian memutuskan merujuk dia ke luar Wondama mengingat kondisinya yang tengah hamil besar sementara di RSUD Teluk Wondama sedang tidak ada dokter kandungan.

“Kehamilan itulah yang membuat kami merujuk yang bersangkutan ke Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat untuk mendapatkan pelayanan maksimal. Karena selain hamil yang bersangkutan juga sedang terpapar Covid-19 berat dan dengan oksigen dosis tinggipun masih belum cukup,” ujar Kurniawan.

Sempat kesulitan mendapatkan RS di Manokwari dan Jayapura karena sudah penuh, Ayomi akhirnya mendapatkan tempat perawatan di salah satu rumah sakit di Biak, Provinsi Papua.

Dua hari setelah masuk rumah sakit di Biak, tim dokter setempat lantas memutuskan mengoperasi caesar untuk menyelamatkan bayinya. Operasi berjalan lancar. Seorang bayi laki-laki dengan berat 1,3 kg lahir dengan selamat. Namun sang bayi harus dirawat di inkubator karena lahir prematur. “Sekarang sang bayi diawasi ketat di sana,” kata Kurniawan.

Kelahiran sang buah hati sempat membuat kondisi Ayomi membaik. Sehari pasca operasi caesar, anak pertama dari pasangan Darmono Kis dan Betsiana Ayomi ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Ia bisa membuka mata, mengangkat tangan dan mengerti apa yang ditanyakan kepadanya. Bahkan bisa mengecek handpone sendiri.

“Tapi besok paginya menurun drastis dan akhirnya meninggal di RS Biak pada hari Kamis malam (15/7). Anaknya masih selamat, dan mudah-mudahan selamat karena itu pengikat mereka berdua kan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wondama itu.

Kepergian Ayomi untuk selamanya membuat petugas medis di RSUD Teluk Wondama juga masyarakat Wondama secara umum merasakan kehilangan besar.

Terlebih dia dikenal sebagai sosok yang periang dan murah hati. Nydia juga dikenal sebagai pribadi yang jujur dan apa adanya. “Beliau ini periang, jujur, apa adanya. Dia sangat baik dan selalu menjaga perasaan orang lain,” tutur Kurniawan.

Dalam bertugas, dokter kelahiran 1991 itupun dikenal sebagai petugas yang aktif, disiplin dan berkinerja baik. Sebagai dokter muda, Ayomi bahkan langsung dipercaya menjadi petugas jaga di UGD karena memiliki kemampuan yang mumpuni.

Ia juga dipercaya mengemban jabatan sebagai sekretaris Komite Medik di RSUD Teluk Wondama. Selain sebagai dokter jaga di UGD, dia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan nonklinis dalam rangka peningkatan mutu layanan RSUD Teluk Wondama.

Ia mengawali karir sebagai dokter honorer di RSUD Teluk Wondama selama beberapa tahun. Anak pertama dari dua bersaudara ini kemudian tembus tes CPNS pada 2019 dan diangkat menjadi dokter tetap. Dia mendapatkan tugas sebagai dokter tetap di Puskesmas Distrik Roswar, salah satu kecamatan terluar di Wondama.

Namun karena kemampuannya, dia kemudian ditarik ke RSUD untuk membantu pelayanan medis di satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Teluk Wondama itu.

“Tapi kemudian kami di RSUD kekurangan dokter dan dia sudah mumpuni untuk peningkatan mutu layanan di rumah sakti lewat program akreditasi dan sudah juga beberapa kali pelatihan akhirnya kita bermohon untuk di tarik ke RSUD,” kata dia.

Ayah Berpulang

Belum usai kesedihan akibat kepergian Ayomi yang gugur karena Covid-19, kabut duka kembali menaungi keluarga besar Ayomi.

Kurang dari 24 jam setelah kepergiannya, sang ayah, Darmono Is juga dipanggil pulang menghadap Sang Khalik. Darmono menghembuskan nafas terakhir pada Kamis malam (15/7). Sang ayah meninggal dunia juga karena terinfeksi Covid-19.

“Bapaknya meninggal juga, Bapak Darmono. Meninggal jam 8 tadi malam. Meninggal Covid-19 karena ada beberapa komorbid, gula dan lainnya,” kata Kurniawan.

Kondisi Darmono sebenarnya masih relatif baik saat dibawa ke ruang isolasi Covid-19 di Gedung Sasar Wondama Manggurai.

Namun diduga karena mengalami tekanan psikis setelah mengetahui anaknya yang sedang hamil tua dirujuk ke luar Wondama dalam kondisi Covid-19 berat, kondisi Darmono kemudian menurun drastis.

“Terakhir kami sembunyikan kalau anaknya sudah meninggal tapi tidak tahu entah dia tahu atau ada kontak batin karena ini anak sama bapak,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Teluk Wondama, dr Habel Pandelaki, melalui sambungan virtual ikut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Ayomi.

Ia mengatakan kepergian Ayomi yang telah ikut berperan besar dalam penanganan Covid-19 di Wondama menjadi suatu kehilangan besar bagi masyarakat Teluk Wondama.

“Kami menyampaikan duka cita yang besar atas meninggalnya dr Nydia Ayomi. Kami juga sampaikan rasa hormat untuk keluarga,“ ucap Pandelaki.

“Nydia dan sang ayah telah dikuburkan pada Jumat, 16 Juli 2021. Selamat jalan dr Nydia Ayomi dan Sang Ayah,” kata dia.

 

Sumber : Suara.com

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: Dokter Muda di Papua BaratMeninggal Akibat Covid-19Nydia AyomiPapua BaratRSUD Kabupaten Teluk Wondama
Previous Post

Terus Melonjak! Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Jambi Hampir 3 Ribu Orang

Next Post

Mendikbudristek Ajak Mahasiswa Hadirkan Solusi dan Inovasi Berbasis Teknologi

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Mendikbudristek Ajak Mahasiswa Hadirkan Solusi dan Inovasi Berbasis Teknologi

Mendikbudristek Ajak Mahasiswa Hadirkan Solusi dan Inovasi Berbasis Teknologi

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Istana Tegaskan Ucapan ‘Londo Ireng’ Prabowo Bukan untuk Semua Kalangan

Istana Tegaskan Ucapan ‘Londo Ireng’ Prabowo Bukan untuk Semua Kalangan

1 Agustus 2026
Inklusi Keuangan Harus Berdampak Nyata bagi Pelajar, UMKM, dan Pekerja Rentan

Inklusi Keuangan Harus Berdampak Nyata bagi Pelajar, UMKM, dan Pekerja Rentan

31 Juli 2026
MDMC-BPBD Kubu Raya Padamkan Karhutla di Kuala Dua

Peta Risiko Karhutla Diperbarui, Kalbar Dipilih Jadi Pilot Project Nasional

31 Juli 2026
MK Larang Penggunaan Alokasi Anggaran Pendidikan untuk Biayai MBG

MK Larang Penggunaan Alokasi Anggaran Pendidikan untuk Biayai MBG

31 Juli 2026

Recent News

Istana Tegaskan Ucapan ‘Londo Ireng’ Prabowo Bukan untuk Semua Kalangan

Istana Tegaskan Ucapan ‘Londo Ireng’ Prabowo Bukan untuk Semua Kalangan

1 Agustus 2026
Inklusi Keuangan Harus Berdampak Nyata bagi Pelajar, UMKM, dan Pekerja Rentan

Inklusi Keuangan Harus Berdampak Nyata bagi Pelajar, UMKM, dan Pekerja Rentan

31 Juli 2026
MDMC-BPBD Kubu Raya Padamkan Karhutla di Kuala Dua

Peta Risiko Karhutla Diperbarui, Kalbar Dipilih Jadi Pilot Project Nasional

31 Juli 2026
MK Larang Penggunaan Alokasi Anggaran Pendidikan untuk Biayai MBG

MK Larang Penggunaan Alokasi Anggaran Pendidikan untuk Biayai MBG

31 Juli 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development