triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan PPKM, Kebijakan Peniadaan Mudik, dan Penanganan Pemasukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersama Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia, Airlangga Hartanto, melalui konferensi video, di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (8/5/2021).
Sebagai provinsi yang memiliki Pos Lintas Perbatasan Negara (PLBN), Gubernur Kalbar melaporkan kepada Menko Ekonomi RI menyangkut perkembangan penanganan pemasukan PMI melalui dua pintu, yakni PLBN Aruk Sambas dan PLBN Entikong Sanggau.
Gubernur Sutarmidji menyatakan telah membuat kebijakan bersama jajarannya untuk melakukan karantina PMI yang berasal dari luar Kalbar, sebelum mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Pemerintah Provinsi Kalbar juga menyiapkan 700 tempat tidur di tempat karantina.
“Bersama Pangdam XII Tanjungpura, kami sepakat membuat kebijakan bagi PMI yang berasal dari luar Kalbar akan langsung dibawa ke Pontianak untuk dikarantina. Kami sudah siapkan 700 tempat tidur. Saat ini, sebanyak 112 orang dikarantina dengan terkonfirmasi positif sebanyak 21 orang,” ungkap Sutarmidji.
Dikatakannya, saat ini sudah tidak ada lagi PMI yang dikarantina di PLBN Entikong. Namun 15 orang PMI yang masuk dari PLBN Entikong, terkonfirmasi positif.
Sedangkan di PLBN Aruk Sambas, jelas Sutarmidji, masih ada 64 PMI yang dikarantina.
“Sisanya untuk PMI asal Kalbar, langsung dipulangkan ke kabupaten/kota masing-masing untuk dikarantina, agar psikologisnya lebih baik,” ujar dia.
Sutarmidji mengatakan, PMI yang terkonfirmasi positif di Kalbar memiliki viral load yang rendah. Dalam hal pemantauan perkembangan kesehatan para PMI yang terkonfirmasi positif. Namun pihaknya terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan.
“Insyaallah saya rasa seminggu atau sepuluh hari mereka akan sembuh. Kemudian saya selalu berkoordinasi dengan nakes untuk mengetahui perkembangan mereka,” papar Sutarmidji.
Selain itu, Gubernur Sutarmidji meminta Pemerintah Pusat untuk dapat mengirim reagen secepatnya. Sebab, saat ini persediaan test kit tersebut sudah mulai terbatas.
“Persediaan kita (reagen) tinggal dua minggu lagi. Nah, yang dikhawatirkan PMI yang akan datang setelah lebaran, tetapi reagen kita tidak tersedia,” tutupnya. (*)




