triggernetmedia.com – Analisis BMKG Staklim Mempawah, Kalimantan Barat menyebutkan, curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian II (tanggal 11-20) Februari 2021 secara umum berkisar antara 10-50 mm/dasarian dengan dominasi intensitas Rendah.
“Sifat hujan secara umum bersifat Bawah Normal,” kata Kepala BMKG Staklim Mempawah, Luhur Tri Uji Prayitno, SP, M.Ling, Sabtu (20/2/2021) di Mempawah.
Monitoring hari tanpa hujan di Kalimantan Barat disebutkan masih ada hujan hingga sangat pendek (1-5 hari).
“Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Kabupaten Kayong Utara (Sei Paduan) sepanjang 22 hari,” jelasnya.
PROSPEK
Kondisi dinamika atmosfer, meliputi:
• ENSO : (-0.7oC) La Nina Lemah
• IOD : (+0.14oC) Netral
• Suhu permukaan laut : (-1.0 oC s.d 0.5 oC) Netral berprasyarat negatif
• Anomali OLR : +10 s.d. 20 (Positif)
Kondisi ENSO, IOD, anomali suhu permukaan laut dan Anomali OLR menujukkan adanya pengurangan pembetukan massa udara dan rendahnya pertumbuhan awan, mengakibatkan berkurangnya curah hujan di wilayah kalimantan barat.
Prakiraan Curah Hujan :
Dasarian III (tanggal 21-28) Februari 2021 diprakirakan secara umum berkisar antara 60-90 mm/dasarian dengan kategori hujan rendah. Potensi curah hujan diprakirakan masih rendah, di sebagian wilayah Kalimantan Barat, namun potensi curah hujan diwilayah hulu lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Distribusi curah hujan cenderung berkurang pada pertengahan dasarian di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.
Kepala BMKG Staklim Mempawah, Luhur Tri Uji Prayitno, SP, M.Ling kembali mengimbau kepada masyarakat perlunya mewaspadai dampak dari berkurangnya curah hujan pada pertengahan dasarian III Februari 2021.
“Kita imbau untuk selalu waspada serta mengantisipasi potensi munculnya titik panas,” katanya memungkas.
Ariz










