triggernetmedia.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Melawi tengah diguncang problem internal. Kekinian beredar rekaman suara oknum legislator dari Partai Demokrat Melawi durasi 5 menit 7 detik dengan salah satu tim sukses paslon lain yang diduga membelot dari arahan partai dalam suksesi pemenangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Melawi tahun 2020 yang resmi diusung partai Demokrat yaitu Henny Dwi Rini dan Mulyadi.
Rekaman suara YS (mantan ketua DPC Partai Demokrat Melawi) antar lain berisi percakapannya tentang pembocoran informasi saksi dan situasi internal Paslon yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada Melawi jelang hari pemilihan 9 Desember 2020.
Hal itu tentu saja dinilai tidak etis dan menciderai Pasangan Calon Bupati dan calon Wakil Bupati Melawi Henny Dwi Rini dan Mulyadi. Apalagi keduanya resmi diusung partai berlambang Mercy dalam Pilkada Melawi 9 Desember 2020 lalu.
“Rekaman suara YS, yang beredar itu, saya sudah dapat lima hari setelah pilkada Melawi digelar. Sebagai Paslon kami tentu sangat kecewa,” kata Mulyadi yang terkonfirmasi pada Jum’at (29/1/2021) di Melawi.
Mulyadi menyatakan, dirinya menyayangkan sikap yang dilakukan YS oknum kader Demokrat tersebut, yang dinilainya sangat bertentangan dengan instruksi partai dan Ketua Umumnya, Agus Harimurty Yudhoyono (AHY).
“Demokrat itu kan memang sudah ada memerintahkan pada kadernya, supaya memperjuangkan pasangan calon yang diusung. Mereka (Demokrat,red) satu kursi kan,” ujar Mulyadi.
“Intruksi Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono sudah jelas, agar seluruh kadernya tampil All Out pada Pilkada serentak 2020. Termasuk di Kabupaten Melawi yang diikuti oleh tiga Pasangan Calon (Paslon),” timpalnya.
Mulyadi membeberkan, bahkan sampai-sampai pihak DPP Partai Demokrat menurunkan langsung tim Satgas ke daerah untuk melakukan konsolidasi pemenangan.
“Nah itu kan berharap supaya Demokrat solid. Semua kadernya all out,” katanya lagi.
Atas sikap YS, Mulyadi meminta DPP Partai Demokrat untuk menyikapi persoalan tersebut. Ia menilai persoalan ini menyangkut marwah Partai Demokrat. DPP Partai Demokrat tentunya diminta mengambil langkah dan sikap tegas.
“Agar persoalan seperti ini tidak terulang kembali yang pada akhirnya dapat merugikan nama besar partai. Ini bukan persoalan suka atau tidak suka terhadap oknum yang bersangkutan, tapi ini menyangkut marwah partai, nama baik partai. Kalah menang itu urusan berbeda. Namun bukankah sudah keharusan kader itu menunjukan loyalitas kepada partainya,” ujar Mulyadi.
Jika persoalan ini tidak disikapi oleh DPP Demokrat, khususnya AHY sebagai Ketum, lanjut Mulyadi, dirinya khawatir akan menjadi bumerang bagi partai Demokrat kedepannya.
“Kalau tidak diambil sikap ya akhirnya jadi bumerang, artinya jadi kebiasaan menyimpang. Karena dianggap tidak ada sangsi,” tandasnya.
Seperti diketahui, selain Partai Demokrat, Pasangan Henny – Mulyadi juga diusung oleh Partai Gerindra dan Hanura dalam Pilkada Melawi 9 Desember 2020 lalu.
DK I Ariz
