triggernetmedia.com – Sebanyak 53.490 tenaga kerja melaporkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Menanggapi angka tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penciptaan lapangan kerja secara keseluruhan masih lebih besar dibandingkan jumlah pekerja yang terkena PHK.
“Ya, nanti kita lihat. Kan secara keseluruhan total penciptaan lapangan kerja masih lebih besar. Nanti dilihat sektornya sektor apa,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan data Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), angka 53.490 tenaga kerja tersebut merupakan rekapitulasi pekerja yang melaporkan PHK melalui Sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Jika dirinci per bulan, laporan PHK tertinggi terjadi pada Juni 2026 dengan 9.028 tenaga kerja. Disusul Mei sebanyak 9.019 orang, April 8.498 orang, Februari 7.913 orang, Maret 7.187 orang, Januari 5.967 orang, Juli 4.897 orang, dan Agustus 981 orang.
Berdasarkan wilayah, Jawa Barat mencatat jumlah laporan PHK tertinggi dengan 10.880 tenaga kerja. Berikutnya Banten sebanyak 6.303 orang, Jawa Timur 5.400 orang, Jawa Tengah 4.769 orang, dan DKI Jakarta 3.900 orang.
Di luar Jawa, laporan PHK terbanyak tercatat di Kalimantan Selatan sebanyak 3.266 tenaga kerja. Kemudian Kalimantan Timur 3.092 orang, Sumatera Utara 2.846 orang, Sumatera Selatan 2.117 orang, dan Sulawesi Selatan 1.938 orang.
Kemnaker menegaskan data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring pembaruan data yang bersumber dari sistem produksi. Data tahun berjalan juga diperbarui secara berkala setiap bulan.
Selain itu, data PHK dalam Sistem JKP tidak mencakup pekerja yang berhenti karena mengundurkan diri, pensiun, cacat total tetap, maupun meninggal dunia.
Kemnaker juga melakukan proses deduplikasi berdasarkan NIK dan tanggal terjadinya PHK untuk mencegah pencatatan ganda. Karena itu, angka pada publikasi terbaru dapat berbeda dengan data yang dipublikasikan sebelumnya akibat proses pembaruan dan pengolahan data.










