triggernetmedia.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi persoalan serius. Ia bahkan menyebut program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut belum berhasil berjalan sesuai harapan.
“Apa yang gagal, MBG. MBG kita akui gagal,” kata Zulhas dalam pidatonya.
Menurut Zulhas, persoalan MBG menjadi sorotan karena pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar. Namun, besarnya dukungan anggaran dinilai belum mampu menghentikan berbagai masalah yang muncul selama program berjalan.
“Anggaran besar, sudah hampir dua tahun masalah tidak berhenti, termasuk yang terakhir (keracunan massal),” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi pelajaran bahwa keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran. Pengawasan dan manajemen yang kuat juga menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan sesuai standar.
Zulhas mengatakan pemerintah masih menghadapi sejumlah persoalan dalam pelaksanaan MBG yang belum sepenuhnya terselesaikan. Karena itu, pembenahan harus segera dilakukan agar program tersebut dapat kembali berjalan dengan lebih baik.
“Anggaran besar sudah hampir dua tahun ya, masalah enggak berhenti, termasuk yang terakhir. Oleh karena itu MBG harus kita selesaikan,” tegasnya.
Pembenahan juga dilakukan dari sisi manajemen. Zulhas menyebut pihak-pihak yang dinilai bermasalah dalam pengelolaan program telah diproses, sementara Presiden Prabowo menunjuk pengelola baru untuk memperbaiki pelaksanaan MBG.
“Manajemen yang bermasalah sudah diproses. Pak Presiden nunjuk yang baru, anak muda, fresh, pintar, hebat,” kata Zulhas.
Meski demikian, pemerintah tidak menjanjikan seluruh persoalan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Zulhas meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara bertahap.
Ia berharap pembenahan terhadap pelaksanaan MBG mulai menunjukkan hasil dalam satu hingga dua bulan ke depan.
“Berikan kami waktu satu atau dua bulan agar kami, pemerintah membereskan persoalan ini dan melakukan pembenahan secara bertahap,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah kini menempatkan perbaikan tata kelola dan manajemen sebagai bagian penting untuk memastikan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan menjawab tujuan utamanya dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.










