triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai gelaran Polytron Pontianak International Challenge 2026 membawa dampak positif bagi perkembangan olahraga bulu tangkis di Kalimantan Barat.
Turnamen yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani pada 25–30 Agustus 2026 itu dinilai memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan langsung persaingan atlet dengan level internasional.
Edi mengatakan pengalaman menyaksikan pertandingan secara langsung dapat menjadi motivasi tersendiri bagi atlet-atlet muda Pontianak dan Kalbar.
“Pertandingannya sangat kompetitif. Selama ini kita melihat di televisi, seperti olimpiade atau kejuaraan internasional, sekarang kita bisa melihat secara langsung,” ujar Edi usai menyaksikan final ganda campuran, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, potensi bulu tangkis di Kalimantan Barat cukup besar. Hal itu terlihat dari keberadaan sejumlah klub serta munculnya pemain-pemain muda berbakat.
“Tentu ini akan memberikan motivasi tersendiri, apalagi cabang bulu tangkis di Pontianak dan Kalbar sudah banyak klub serta pemain berbakat,” katanya.
Edi berharap para atlet muda tidak hanya menjadikan turnamen internasional sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana belajar untuk meningkatkan kemampuan. Ia ingin atlet daerah memiliki target untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi.
“Harapannya, pemain-pemain berbakat ini nantinya bisa ikut ke tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya nasional tetapi juga internasional,” ujarnya.
Selain berdampak terhadap atlet, penyelenggaraan turnamen internasional juga menjadi indikator kesiapan Pontianak sebagai kota penyelenggara event olahraga. Edi menyebut pertandingan berlangsung lancar dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.
“Alhamdulillah pertandingan yang saya lihat berjalan lancar. GOR kita juga aman untuk penyelenggaraan bulu tangkis internasional, dan antusias masyarakat menonton sangat tinggi,” tuturnya.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi, Edi berharap agenda olahraga yang telah terjadwal tetap dapat berjalan dengan baik. Ia juga meminta masyarakat yang hadir maupun beraktivitas di luar ruangan tetap memperhatikan kesehatan.
“Mudah-mudahan kabut asap tidak menghalangi kegiatan yang sudah berjalan dan sudah dijadwalkan menjadi agenda,” katanya.
Edi mengatakan Pemkot Pontianak akan terus memperkuat berbagai aspek pendukung agar kota tersebut semakin siap menjadi tuan rumah kegiatan berskala besar. Infrastruktur yang tertata, keamanan, kenyamanan, serta keramahan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menarik lebih banyak event.
“Kita akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang humanis dan tertata. Pontianak ini kota yang ramah, aman, lingkungannya humanis, dan kulinernya juga terkenal enak,” pungkasnya.
Usai Polytron Pontianak International Challenge 2026, penggemar bulu tangkis di Kalimantan Barat masih dapat menyaksikan pertandingan internasional lainnya. Polytron Indonesia Masters Super 100 2026 dijadwalkan berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani pada 1–6 September 2026.
Turnamen tersebut masuk dalam kalender resmi Badminton Asia dan Badminton World Federation (BWF).










