triggernetmedia.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung bersamaan dengan puncak musim kemarau 2026. Salah satu langkah yang dinilai mendesak ialah menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoordinasikan pemetaan ancaman dan potensi dampaknya di seluruh daerah.
Menurut Alex, pemetaan yang akurat akan menjadi dasar penyusunan kebijakan mitigasi sehingga setiap kementerian maupun pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
“Data yang akurat akan memudahkan penyusunan rencana antisipasi secara lebih komprehensif. Selain itu, DPR juga lebih mudah melakukan pengawasan dan evaluasi,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Ia menilai tantangan yang dihadapi setiap daerah tidak sama. Karena itu, pengumpulan dan integrasi data perlu dilakukan secara terpusat agar penanganan risiko dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pemerintah untuk menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino. Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026, sementara El Nino berpotensi berada pada kategori sangat kuat hingga Oktober.
Alex mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan utama di sejumlah daerah, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Ia meminta Kementerian Kehutanan memperkuat langkah pencegahan agar bencana yang berulang setiap tahun itu dapat ditekan.
Selain itu, ia menilai perlindungan terhadap petugas pemadam kebakaran hutan perlu menjadi perhatian serius. Pemerintah didorong memastikan kesiapan peralatan keselamatan dan sistem penanganan yang lebih baik agar tidak kembali memakan korban jiwa.
Di sektor pertanian, Alex meminta Kementerian Pertanian memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap produksi pangan. Menurutnya, strategi berbasis kondisi dan kearifan lokal akan lebih efektif dalam menjaga ketersediaan air sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian.
“Upaya menjaga ketersediaan air dan melindungi sektor pertanian harus menjadi bagian dari strategi menghadapi El Nino agar ketahanan pangan tetap terjaga,”










