triggernetmedia.com – Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie menggelar Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) bagi 27 perawat sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan. Pelatihan dilaksanakan secara bertahap, diawali pembelajaran daring pada 12–14 Juli 2026 dan dilanjutkan praktik (on site) pada 15–17 Juli 2026.
Direktur RS Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, dr. Eva Nurfarihah, Sp.THT-KL., M.Kes., mengatakan kemampuan Basic Cardiac Life Support (BCLS) dan BTCLS merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki serta diperbarui secara berkala oleh setiap tenaga kesehatan.
Menurutnya, penguasaan keterampilan tersebut penting untuk memastikan pelayanan kegawatdaruratan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan sesuai standar.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
Ketua Instruktur 118, Ns. Delvi Yanto, S.Kep., M.Pd., mengapresiasi dukungan manajemen rumah sakit, tim pelatih, dan seluruh peserta sehingga pelatihan dapat terlaksana dengan baik.
Ia menjelaskan pelatihan BTCLS merupakan bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan. Namun, karena keterbatasan kuota, pelatihan kali ini baru dapat diikuti sebagian perawat.
“Diharapkan pada kesempatan berikutnya seluruh perawat dapat mengikuti pelatihan serupa,” ujarnya.
Delvi menambahkan, pelatihan BCLS dan BTCLS tidak hanya bertujuan memperbarui pengetahuan, tetapi juga meningkatkan keterampilan serta mengingatkan kembali prinsip-prinsip dasar penanganan kegawatdaruratan.
Menurut dia, metode pembelajaran daring yang diterapkan pada tahap awal tidak mengurangi kualitas pelatihan selama peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara disiplin dan bertanggung jawab.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen RS Sultan Syarif Mohamad Alkadrie dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia agar mampu menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.










