triggernetmedia.com – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen hingga akhir 2026. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan proyeksi yang dirilis pada awal tahun.
Dalam laporan World Economic Outlook Update yang dipublikasikan pekan lalu, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 5,11 persen.
Meski demikian, IMF memperkirakan perekonomian Indonesia berpotensi membaik pada 2027 dengan pertumbuhan mencapai 5,1 persen.
Di tingkat global, IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3 persen pada 2026 dan 3,4 persen pada 2027. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan global pada 2024–2025 yang berada di kisaran 3,5 persen.
Menurut IMF, perlambatan ekonomi global dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok serta menekan sentimen pasar.
Di sisi lain, lembaga tersebut menilai perkembangan teknologi, khususnya adopsi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), menjadi salah satu faktor yang membantu menopang aktivitas ekonomi global di tengah tekanan geopolitik.
Di kawasan Asia, sejumlah negara berkembang mengalami penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan India sebesar 0,1 poin persentase menjadi 6,4 persen pada 2026.
Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi Filipina dipangkas lebih dalam, yakni 0,2 poin persentase menjadi 3,9 persen.
Berbeda dengan kedua negara tersebut, IMF tidak mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Malaysia, baik untuk 2026 maupun 2027. Posisi itu serupa dengan Indonesia yang juga mempertahankan proyeksi pertumbuhannya.








