triggernetmedia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (29/6/2026) di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 35,90 poin atau 0,61 persen ke level 5.932,03.
Penguatan juga terjadi pada Indeks LQ45 yang naik 0,98 poin atau 0,17 persen ke posisi 584,70.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut menguat. Rupiah naik 63 poin atau 0,35 persen menjadi Rp17.859 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.922 per dolar AS.
Penguatan pasar domestik terjadi di tengah pelemahan mayoritas indeks saham Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026). Indeks Nasdaq Composite turun 0,24 persen, diikuti S&P 500 yang melemah 0,05 persen dan Dow Jones Industrial Average yang terkoreksi 0,09 persen.
Tekanan di Wall Street dipicu sentimen sektor teknologi setelah laporan The New York Times menyebut OpenAI mempertimbangkan menunda rencana penawaran saham perdana (IPO) hingga tahun depan. Sentimen tersebut memicu pelemahan saham-saham semikonduktor, termasuk Micron Technology, Intel, dan Advanced Micro Devices (AMD).
Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi penopang pasar setelah saham Eli Lilly, Johnson & Johnson, dan AbbVie mencatatkan kenaikan.
Pasar juga mencermati pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, yang membuka peluang kenaikan suku bunga acuan satu kali lagi tahun ini di tengah risiko inflasi akibat ketegangan geopolitik.
Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia juga ditutup melemah pada akhir pekan lalu. Indeks Kospi Korea Selatan, Nikkei 225 Jepang, Taiex Taiwan, Hang Seng Hong Kong, dan Straits Times Singapura terkoreksi akibat aksi ambil untung pada saham-saham teknologi.
Berbeda dengan tren tersebut, indeks ASX 200 Australia dan FTSE Malaysia masih mampu mencatatkan penguatan tipis.
Tim riset BNI Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak konsolidatif pada perdagangan hari ini dengan kisaran 5.850 hingga 6.000.
Adapun level teknikal yang menjadi perhatian investor meliputi:
Support
- 5.750
- 5.850
Resistance
- 6.000
- 6.100
Dissclaimer: Perkembangan harga saham dan nilai tukar mata uang bersifat dinamis dan fluktuatif dari waktu ke waktu. Artikel ini disajikan murni sebagai informasi perkembangan pasar modal dan bukan merupakan bentuk rekomendasi mutlak untuk melakukan tindakan jual atau beli terhadap instrumen aset finansial tertentu.

