triggernetmedia.com – Apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak, Bonita Dwi Anggraini, mengingatkan masyarakat agar menggunakan obat mual dan muntah sesuai penyebab keluhan dan anjuran tenaga kesehatan.
“Masyarakat perlu memahami manfaat, cara penggunaan, serta risiko yang mungkin timbul agar pengobatan berjalan aman dan efektif,” kata Bonita saat memberikan edukasi kesehatan di RSUD SSMA Pontianak, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, mual dan muntah dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti gangguan pencernaan, mabuk perjalanan, keracunan makanan, infeksi, maupun efek samping pengobatan tertentu.
Bonita menjelaskan, obat antiemetik bekerja untuk mengurangi rasa mual dan mencegah refleks muntah. Namun, setiap jenis obat memiliki cara kerja yang berbeda sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan penyebab keluhan.
Ia menyebutkan beberapa golongan obat yang umum digunakan, antara lain antihistamin untuk mabuk perjalanan dan vertigo, antagonis dopamin untuk gangguan pencernaan, serta antagonis reseptor serotonin yang sering digunakan pada pasien kemoterapi, radioterapi, atau pascaoperasi.
Selain itu, terdapat pula obat golongan antikolinergik, kortikosteroid, dan antasida yang digunakan sesuai kondisi medis pasien.
Bonita juga mengingatkan pentingnya menjaga kecukupan cairan selama mengalami mual dan muntah untuk mencegah dehidrasi. Ia menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, serta menghindari makanan berlemak dan berbau tajam.
Menurut Bonita, obat mual dan muntah dapat menimbulkan efek samping seperti kantuk, pusing, mulut kering, hingga gangguan konsentrasi.
“Karena itu, pengguna perlu berhati-hati saat berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi setelah mengonsumsi obat tertentu,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat semakin memahami penggunaan obat secara rasional sehingga keluhan mual dan muntah dapat ditangani dengan aman dan efektif.




