triggernetmedia.com – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) ditargetkan menjadi perusahaan yang berorientasi pada keuntungan dari tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) melalui sistem satu pintu.
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan sejak awal pembentukannya, PT DSI dirancang sebagai perusahaan yang berfokus pada profit.
“Dari awal karena kebetulan di bawah Danantara, dan namanya Danantara Sumberdaya Indonesia, ide awalnya memang menjadi suatu perusahaan dan perusahaan BUMN yang memang harus profit for profit,” ujar Pandu dalam agenda Investor Daily Round Table, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, ekspansi tugas dan operasional perusahaan akan dilakukan secara bertahap agar arah bisnis tetap terjaga.
“Jadi biar jelas saja. Dari sisi PT DSI sendiri, ini namanya ‘you cannot get all three on one go’. Semuanya selangkah demi selangkah. Jadi awalnya menjadi agent of business dahulu,” katanya.
Meski demikian, Pandu memperkirakan pertumbuhan internal perusahaan dapat berlangsung cepat. Ia membandingkan perkembangan PT DSI dengan pertumbuhan Badan Pengelola Investasi Danantara yang dalam setahun meningkat dari tiga orang menjadi sekitar 450 pegawai.
Pada tahap awal, PT DSI akan memfokuskan bisnis pada perdagangan komoditas strategis yang masuk dalam sistem ekspor satu pintu, yakni minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).
“Fokus kami sesuai dengan mandat, membeli dan terus menjual,” ujar Pandu.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum, PT Danantara Sumberdaya Indonesia resmi didirikan pada 18 Mei 2026 dan berkantor pusat di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta.
Perusahaan tersebut memiliki modal dasar Rp100 juta dengan komposisi saham mayoritas dimiliki PT Danantara Asset Management (DAM), sementara saham seri B dimiliki Pemerintah Republik Indonesia.
Posisi Direktur Utama PT DSI dipercayakan kepada Luke Thomas Mahony, mantan Direktur PT Vale Indonesia Tbk, sedangkan Komisaris Utama dijabat Harold Jonathan Dharma TJ.



