triggernetmedia.com – Pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan sektor perbankan diminta memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, saat membuka Forum Group Discussion Hasil Sinergi Keuangan Daerah (SIKADA) Regional Kalimantan Barat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Kamis (21/5/2026).
“Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, penguatan koordinasi antar lembaga menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Harisson.
Menurut dia, forum SIKADA menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia menilai sejumlah isu seperti pengendalian inflasi, penguatan UMKM, peningkatan investasi, dan perluasan akses keuangan masyarakat perlu menjadi perhatian bersama.
Harisson juga memaparkan realisasi keuangan daerah Kalimantan Barat hingga akhir 2025. Berdasarkan data unaudited per 31 Desember 2025, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp6,10 triliun atau 100,97 persen dari target.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp5,91 triliun atau 93,10 persen dari target Rp6,35 triliun.
Adapun hingga 15 Mei 2026, realisasi pendapatan daerah tercatat sebesar Rp1,79 triliun atau 32,89 persen dari target tahun berjalan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan ekonomi global saat ini masih dipengaruhi gejolak harga minyak dunia dan arus modal asing.
Menurut dia, kondisi tersebut berdampak pada nilai tukar dan perekonomian nasional maupun daerah.
Meski demikian, Doni menilai pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat masih relatif baik dengan dukungan sektor perdagangan besar dan pertambangan.
Namun, ia mengingatkan adanya risiko yang perlu diantisipasi, mulai dari penurunan lahan pertanian, tantangan ekspor, hingga disparitas harga LPG subsidi di sejumlah daerah.
Doni juga mendorong penguatan sektor UMKM agar ekonomi Kalimantan Barat lebih tahan terhadap gejolak global.
“UMKM relatif lebih tangguh dan memiliki peluang pasar yang lebih beragam. Ini bisa menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Kalbar,” katanya.




