triggernetmedia.com – Bank Dunia menilai investasi yang dilakukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027.
Penilaian tersebut disampaikan dalam laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 yang dirilis Jumat (10/4/2026).
Dalam laporan itu, Bank Dunia menyebut pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan mengalami koreksi pada 2026, termasuk Indonesia yang menghadapi tekanan akibat kenaikan harga energi global.
Meski demikian, Indonesia dinilai masih memiliki ketahanan ekonomi yang kuat, ditopang oleh penerimaan dari sektor komoditas serta investasi pemerintah, termasuk melalui BPI Danantara.
“Pada 2027, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik yang didukung investasi Danantara serta kebijakan pelonggaran moneter,” tulis Bank Dunia.
Pada 2026, Danantara memfokuskan investasi pada sektor hilirisasi dan industri strategis. Sejumlah proyek telah dimulai, dengan nilai investasi mencapai 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp110 triliun.
Proyek tersebut mencakup pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase 2, smelter aluminium, serta proyek biorefinery. Selain itu, Danantara juga berencana memulai pembangunan 21 proyek hilirisasi lainnya sepanjang tahun ini.
Bank Dunia juga menyoroti pentingnya reformasi kebijakan, seperti deregulasi dan penyederhanaan perizinan usaha, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.




