triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menantang generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan. Menurutnya, pemuda harus tangguh, adaptif, dan berani merebut peluang ekonomi.
“Pemuda harus kritis, punya ilmu, berani membaca peluang, dan tidak ragu mengambil peran,” kata Edi dalam diskusi publik bersama anak muda dan pengusaha di Kafe 5cm Untan, Kamis sore.
Ia menyebut Pontianak sebagai kota dengan potensi ekonomi besar, terutama karena statusnya sebagai ibu kota provinsi dan pusat pendidikan. Lebih dari 43 ribu mahasiswa beraktivitas di kota ini, sebagian besar berasal dari luar daerah.
“Mereka hidup dan membelanjakan uangnya di Pontianak. Ini pasar yang nyata,” ujarnya.
Edi menilai maraknya usaha kuliner dan kedai kopi menjadi penanda kuat Pontianak sebagai kota jasa. Sektor ini, kata dia, tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menambah pemasukan daerah.
Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan kota juga dibarengi persoalan klasik, mulai dari kemacetan, lonjakan kendaraan, hingga masalah sampah dan infrastruktur. Ia menegaskan, pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri menghadapi persoalan tersebut.
“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi dengan provinsi dan pusat, persoalan kota sulit diselesaikan,” katanya.
Edi juga menekankan pentingnya penguasaan data oleh pemuda. Ia mencontohkan kebutuhan besar komoditas seperti telur dan kopi yang seharusnya dibaca sebagai peluang bisnis, termasuk di sektor pertanian dan distribusi.
Menjelang Ramadan, Edi berharap semangat kebersamaan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang lebih produktif dan berani berkontribusi bagi pembangunan Pontianak.




