triggernetmedia.com – Pasar saham Indonesia melemah tajam pada perdagangan sesi I, Senin (2/2/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot hingga sekitar 5 persen, dipicu tekanan jual kuat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Sejumlah saham emiten milik konglomerat dan pengusaha besar terpantau mengalami auto rejection bawah (ARB). Berdasarkan data perdagangan, saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) turun 14,89 persen atau 1.050 poin ke level Rp 6.000 per saham dan masuk batas ARB.
Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), emiten pertambangan milik Grup Bakrie, juga melemah 14,81 persen atau 80 poin ke level Rp 460 per saham. Saham Grup Bakrie lainnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), turut tertekan dan turun sekitar 15 persen ke level Rp 680 per saham.
Tekanan serupa terjadi pada saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) yang turun 14,81 persen ke level Rp 3.680 per saham. Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Isam, juga masuk ARB setelah turun 14,94 persen ke level Rp 8.400 per saham.
Selain itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) tercatat melemah 14,95 persen atau 480 poin ke level Rp 2.730 per saham.
Auto rejection bawah merupakan mekanisme penolakan otomatis oleh sistem Bursa Efek Indonesia (BEI) ketika harga saham turun hingga menyentuh batas penurunan harian yang ditetapkan. Dalam kondisi ini, saham tidak dapat diperdagangkan di bawah batas tersebut meskipun tekanan jual masih tinggi.




