triggernetmedia.com – Dokter gigi RSUD SSMA Kota Pontianak, drg. Antonius Berwin, mengingatkan masyarakat bahwa kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada paru-paru dan jantung, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan gigi dan mulut.
“Mulai dari gigi menguning, bau mulut, kerusakan gusi dan tulang penyangga gigi, hingga meningkatnya risiko kanker mulut dapat terjadi akibat kebiasaan merokok,” ujar Antonius saat memberikan edukasi kesehatan di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia dan ratusan di antaranya bersifat toksik serta dapat meningkatkan risiko kanker.
Beberapa zat seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida disebut berdampak buruk terhadap jaringan rongga mulut.
Antonius menjelaskan, nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah ke jaringan gusi dan tulang penyangga gigi berkurang. Kondisi itu membuat jaringan penyangga gigi lebih rentan mengalami kerusakan dan infeksi.
Akibatnya, perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami radang gusi dan penyakit periodontal yang dapat menyebabkan gigi goyang hingga tanggal.
Selain itu, tar rokok dapat menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan perubahan warna menjadi kekuningan atau kecokelatan.
“Kebiasaan merokok juga sering dikaitkan dengan bau mulut akibat perubahan kondisi rongga mulut dan penumpukan zat sisa rokok,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa merokok dapat memperlambat proses penyembuhan luka di rongga mulut, terutama pada pasien yang menjalani pencabutan gigi, pemasangan implan, maupun perawatan gigi lainnya.
Menurut Antonius, kebiasaan merokok juga menjadi salah satu faktor risiko kanker mulut. Gejalanya dapat berupa sariawan yang tidak kunjung sembuh, bercak putih atau merah di dalam mulut, benjolan, hingga nyeri saat menelan.
Karena itu, masyarakat diimbau mulai mengurangi hingga menghentikan kebiasaan merokok demi menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan gigi serta mulut.



