triggernetmedia.com – Edukator Diabetes Ns. Kesarina Kencana Sianturi mengatakan latihan fisik menjadi bagian penting dalam pengelolaan diabetes selain penggunaan obat dan insulin.
Menurut dia, aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan gula darah menjadi energi sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.
“Saat tubuh aktif bergerak, kerja insulin menjadi lebih efektif dan sel-sel tubuh lebih mudah menyerap glukosa,” kata Kesarina saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak pad Jum’at (8/5)..
Ia menjelaskan olahraga menjadi salah satu pilar dalam pengelolaan diabetes dan tidak harus dilakukan dengan aktivitas berat atau mahal.
Kesarina menyebut penderita diabetes dapat memulai latihan sederhana seperti jalan kaki, bersepeda santai, atau senam diabetes.
Menurut dia, latihan fisik sebaiknya dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pemanasan, latihan inti, dan pendinginan guna meminimalkan risiko cedera.
Tahap pemanasan dapat dilakukan dengan peregangan dinamis berintensitas rendah hingga sedang selama 5 hingga 15 menit.
Setelah itu, diabetesi dapat melanjutkan latihan inti berupa latihan daya tahan kardiorespiratori, kelenturan, kekuatan otot, dan keseimbangan.
Kesarina mengatakan durasi latihan fisik yang dianjurkan minimal 150 menit per minggu dan dikombinasikan dengan latihan beban setidaknya dua kali dalam sepekan.
“Yang paling penting adalah konsisten dan sesuai kemampuan tubuh. Mulailah dari durasi ringan lalu tingkatkan secara bertahap,” ujarnya.
Ia juga menyarankan penderita diabetes melakukan pendinginan selama 5 hingga 15 menit setelah berolahraga melalui peregangan statis atau duduk beristirahat.
Sebelum memulai olahraga, diabetesi dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kapasitas tubuh dan memilih jenis latihan yang tepat.




