triggernetmedia.com – Sesaat setelah dilantik sebagai Camat Pontianak Selatan, Wulanda Anjaswari langsung dihadapkan pada tantangan tahunan yang mendesak: ancaman banjir rob pada awal tahun 2026. Mitigasi bencana menjadi agenda prioritas dalam rencana kerja jangka pendek untuk memastikan aktivitas masyarakat di salah satu pusat ekonomi Kota Pontianak tersebut tidak lumpuh.
Wulanda resmi mengemban amanah sebagai Camat Pontianak Selatan setelah dilantik oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula SSA Kantor Wali Kota, Rabu (31/12/2025). Posisi ini sebelumnya sempat diisi oleh pelaksana tugas (plt) selama beberapa waktu.
“Sesuai arahan Wali Kota, fokus utama kami di awal tahun adalah rencana mitigasi bencana, terutama banjir rob yang diprediksi terjadi pada awal Januari. Ini persoalan yang paling menonjol dan harus segera ditindaklanjuti guna meminimalkan dampak terhadap keselamatan warga,” kata Wulanda usai pengambilan sumpah jabatan.
Keberlanjutan Program
Meskipun mitigasi bencana menjadi fokus utama, Wulanda memastikan seluruh rencana kerja Kecamatan Pontianak Selatan pada 2026 tetap mengacu pada visi-misi besar Pemerintah Kota Pontianak. Menurut dia, fungsi kecamatan bersifat strategis sebagai ujung tombak pelaksana kebijakan kota di tingkat wilayah.
Ia berkomitmen untuk menjaga kesinambungan perencanaan yang telah disusun oleh pejabat sebelumnya. “Rencana kerja tahun depan tetap mendukung program prioritas yang ditetapkan pemerintah kota, sembari memperkuat kinerja yang sudah berjalan,” tuturnya.
Mesin Pendapatan Daerah
Kecamatan Pontianak Selatan selama ini dikenal sebagai kawasan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak. Menanggapi hal tersebut, Wulanda menyatakan akan melakukan pemetaan mendalam terhadap potensi-potensi unggulan yang ada.
Optimalisasi potensi wilayah, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur dan layanan. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pembangunan yang berkelanjutan.
“Potensi wilayah akan kami pelajari terlebih dahulu. Jika memiliki manfaat besar dan bisa dioptimalkan untuk mendukung pembangunan kota, tentu akan kami maksimalkan,” ujar Wulanda.











