triggernetmedia.com – Dunia semakin mendekati fase pemanasan yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai garis bahaya. Batas 1,5°C yang disepakati dalam Perjanjian Paris diperkirakan akan terlampaui dalam waktu dekat, seiring kenaikan suhu global yang kini telah mencapai sekitar 1,3°C. Sejumlah ilmuwan dan lembaga internasional menyatakan bahwa skenario overshoot melampaui batas 1,5°C hampir tak dapat dihindari.
Konsekuensi dari Pemanasan yang Tak Lagi Terkendali
Direktur Institut Penelitian Iklim Potsdam, Johan Rockström, memperingatkan bahwa pencapaian suhu 1,5°C dapat mendorong perubahan yang tak dapat dipulihkan pada berbagai sistem Bumi.
Potensi dampaknya meliputi:
-
Hilangnya terumbu karang secara masif
-
Lonjakan gelombang panas ekstrem
-
Runtuhnya ekosistem Amazon
-
Percepatan mencairnya es di Greenland dan Antartika
Rockström menyebut kondisi ini sebagai “zona risiko permanen” yang dapat mengubah wajah planet dalam jangka panjang.
PBB: Overshoot Mungkin Terjadi, Target 1,5°C Tetap Harus Dijaga
Kepala Iklim PBB, Simon Stiell, menegaskan bahwa meskipun dunia kemungkinan akan melampaui batas 1,5°C, upaya mempertahankan target tersebut tetap menjadi keharusan.
Konsep overshoot mengandalkan penurunan emisi cepat dan kemampuan Bumi untuk menyerap kembali kelebihan karbon melalui hutan, laut, dan teknologi penangkapan karbon. Namun kapasitas teknologi tersebut masih jauh dari memadai.
Ottmar Edenhofer, Ketua Dewan Penasihat Ilmiah Eropa, mengingatkan bahwa strategi ini hanya mungkin berhasil apabila penghilangan karbon dilakukan dalam skala sangat besar. “Tanpa itu, skenario kelebihan emisi tidak bisa dikelola,” ujarnya.
Kapan Titik Bahaya Terbesar Terjadi?
Proyeksi terbaru dari Climate Action Tracker menunjukkan bahwa dunia akan melampaui batas 1,5°C sekitar tahun 2030. Suhu global diperkirakan memuncak pada 1,7°C sebelum turun perlahan menjelang 2060-an itu pun dengan catatan bahwa seluruh negara menurunkan emisi secara agresif.
Era overshoot ini diperkirakan berlangsung selama beberapa dekade dan membawa ketidakpastian besar mengenai perubahan iklim ekstrem yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Waktu Kian Menyempit
Menurut Rockström, dunia seharusnya masih bisa menghindari overshoot apabila tindakan tegas dilakukan satu dekade lalu. Kini, ruang untuk manuver semakin sempit. Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa setiap upaya pengurangan emisi tetap berarti dan dapat memperlambat laju kerusakan.
“Perubahan masa depan belum sepenuhnya terkunci,” demikian kesimpulan para peneliti. “Namun jendela waktunya kini tinggal terbuka sedikit.”




