triggernetmedia.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri High Level Meeting (HLM) Strategi 4K (Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Pasokan, Kestabilan Harga, dan Komunikasi Efektif) dalam rangka menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, bertempat di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri Forkopimda Kalbar, kepala daerah se-Kalimantan Barat, dan pimpinan perangkat daerah terkait.
Dalam arahannya, Wagub menekankan pentingnya pertemuan ini sebagai forum koordinasi untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi di seluruh kabupaten/kota di Kalbar.
“Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah strategi pengendalian inflasi agar stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Wagub menjelaskan, Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027 yang ditetapkan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah. Target inflasi nasional ditetapkan pada 2,5% ± 1%, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 31/PMK.010/2024.
TPID Provinsi Kalbar, lanjutnya, telah menyelesaikan penyusunan peta jalan pengendalian inflasi yang mengacu pada strategi 4K, meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Krisantus menyebutkan, kondisi inflasi Kalbar saat ini tergolong stabil dan terkendali, dengan inflasi Oktober 2025 sebesar 2,07% (y-on-y), 0,17% (m-to-m), dan 1,33% (y-to-d). Kabupaten Ketapang tercatat memiliki inflasi tertinggi (3,06%), sedangkan terendah di Kota Pontianak (1,58%).
“Penyumbang inflasi terbesar berasal dari komoditas pangan seperti beras, daging ayam ras, telur ayam, serta hortikultura, juga dari kelompok transportasi seperti tarif angkutan udara dan LPG rumah tangga,” jelasnya.
Wagub menutup arahannya dengan menegaskan pentingnya kerja sama antar daerah dalam menjaga rantai pasok dan distribusi kebutuhan pokok.
“Penguatan data pasokan dan distribusi menjadi dasar langkah strategis TPID. Kolaborasi antar daerah harus terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah,” pungkasnya.




