triggernetmedia.com – Meski sempat diguyur hujan, peringatan Hari Jadi ke-254 Kota Pontianak tetap berlangsung khidmat di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Usman. Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie.
Dalam sambutannya, Edi menekankan bahwa peringatan hari jadi kota bukan hanya seremonial tahunan, melainkan ajang refleksi terhadap perjalanan panjang Pontianak sejak didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada 23 Oktober 1771.
“Tema Pontianak Bersahabat menggambarkan karakter masyarakat yang terbuka, toleran, dan menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman. Semangat ini menjadi fondasi kemajuan kota,” ujar Edi.
Ia menambahkan, pembangunan yang dilakukan Pemkot Pontianak tidak semata berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik.
“Kami terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, menghadirkan pelayanan publik yang prima, dan menciptakan lingkungan kota yang bersih dan hijau,” kata Edi.
Dukungan dan Refleksi dari Sultan Pontianak
Dalam kesempatan yang sama, Sultan Pontianak, Syarif Mahmud Melvin Alkadrie, mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah pesatnya modernisasi dan perkembangan teknologi.
“Sekecil apa pun bentuknya, budaya warisan leluhur harus kita jaga. Kalau tidak, budaya luar akan semakin mendominasi dan mengikis identitas kita sebagai orang Pontianak,” tutur Sultan.
Sultan juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Wali Kota Edi Rusdi Kamtono yang dinilai berhasil membawa perubahan positif dan mempererat silaturahmi antar-elemen masyarakat.
“Saya melihat banyak kemajuan, baik di bidang pembangunan maupun dalam upaya memperkuat hubungan sosial dan budaya,” ujarnya.
Tantangan Pembangunan dan Isu Dana Transfer Daerah
Sultan Melvin turut menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi daerah, terutama terkait efisiensi anggaran dan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang berdampak pada pelaksanaan pembangunan di Kalimantan Barat.
Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan menegaskan bahwa pihaknya tengah memperjuangkan agar dana transfer tersebut tidak dipotong.
“Kami sudah menyampaikan kepada kementerian terkait agar tidak ada pengurangan dana transfer, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegasnya.
Pelestarian Budaya untuk Generasi Muda
Selain aspek pembangunan fisik, Sultan Melvin juga menekankan pentingnya memperkenalkan budaya Pontianak kepada generasi muda melalui pendidikan dan kegiatan kreatif.
“Syukurlah kini mulai banyak sekolah dan guru yang mengenalkan budaya lokal. Ini langkah penting untuk menanamkan kebanggaan terhadap identitas kita,” ucapnya.
Ia juga mendorong promosi kebudayaan secara lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, agar Pontianak semakin dikenal sebagai kota dengan warisan budaya yang kaya.
Pontianak di Usia ke-254: Menuju Kota Modern yang Berkarakter
Menutup acara, Wali Kota Edi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen hari jadi ini sebagai pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan berkontribusi dalam pembangunan kota.
“Kita ingin Pontianak tidak hanya maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga tetap berakar pada nilai budaya, gotong royong, dan kebersamaan,” pungkasnya.

