triggernetmedia.com, PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menerima audiensi sejumlah tokoh masyarakat dari etnis Madura dan Dayak di Ruang Praja I, Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (24/7). Pertemuan ini digelar menyikapi viralnya sebuah konten TikTok yang dinilai menyudutkan suku Madura dan berpotensi menimbulkan ketegangan antar-etnis.
“Pertemuan hari ini adalah wujud nyata kebersamaan dalam keberagaman. Konten TikTok kemarin sangat disayangkan karena tidak mencerminkan nilai budaya kita. Saya minta warga Dayak juga ikut melaporkan konten tersebut, sebagai bentuk solidaritas,” ujar Krisantus.
Konten Viral Dinilai Provokatif dan Bukan dari Kalbar
Wagub menegaskan bahwa video viral tersebut dibuat oleh akun yang tidak berasal dari Kalimantan Barat. Kontennya mengandung unsur penghinaan terhadap suku Madura dan berpotensi memicu konflik horizontal.
“Saya sendiri sakit hati melihatnya. Kalbar tidak boleh diganggu oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dari luar daerah. Ini jelas melanggar hukum dan harus diusut tuntas oleh kepolisian,” tegasnya.
Krisantus juga mengingatkan pentingnya literasi digital dan kedewasaan menyikapi arus informasi dari luar, agar tidak menimbulkan disinformasi dan kegaduhan sosial.
Menegaskan Komitmen Terhadap Toleransi dan Kerukunan
Dalam forum tersebut, Krisantus kembali menegaskan komitmen Pemprov Kalbar terhadap toleransi beragama dan kebebasan mendirikan rumah ibadah.
“Kalbar harus punya satu semangat: bebas beribadah sesuai keyakinan masing-masing tanpa berbelit-belit. Sepanjang lahannya tersedia, tidak perlu dipersulit. Kita ingin semua agama dan suku di Kalbar bersatu dalam keberagaman,” ujarnya.
Wakil Bupati Kubu Raya Dukung Langkah Wagub
Turut hadir dalam audiensi, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Wagub Kalbar. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus bersatu melawan provokasi yang berpotensi memecah belah.
“Saya bangga dengan langkah Pak Krisantus. Ini bukan hanya masalah satu etnis, tapi menjaga keutuhan Kalbar. Kami dari etnis Madura bersama saudara-saudara dari DAD akan segera membuat laporan resmi ke Polda Kalbar,” kata Sukiryanto.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun komunikasi antar-pemimpin etnis dan menjunjung semangat kekeluargaan.
“Selama 26 tahun terakhir, hubungan antar-etnis di Kalbar berjalan baik. Ada Paguyuban Merah Putih yang beranggotakan 24 etnis. Kami rutin berdiskusi dan menyelesaikan masalah dengan musyawarah,” imbuhnya.
Kesepahaman dalam Keberagaman
Pertemuan ini diakhiri dengan ajakan bersama agar seluruh warga Kalimantan Barat tidak terprovokasi oleh isu-isu SARA, serta tetap menjaga semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong di tengah keberagaman budaya dan etnis.




