triggernetmedia.com – Para peneliti dari National Institutes of Health AS ungkapkan bahwa pengguna rokok elektrik atau vape lebih mungkin mengalami gagal jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menggunakannya.
Temuan ini menyoroti kekhawatiran baru mengenai keselamatan dari penggunaan rokok elektrik sebagai alternatif merokok.
Penelitian ini melibatkan analisis data dari 175.667 partisipan yang berusia rata-rata 52 tahun.
Data diperoleh dari survei dan catatan kesehatan elektronik di All of Us, sebuah studi nasional besar yang dilakukan oleh National Institutes of Health.
Dari total peserta, sebanyak 3.242 peserta dilaporkan mengalami gagal jantung setelah masa tindak lanjut rata-rata 45 bulan.
“Semakin banyak penelitian yang menghubungkan rokok elektrik dengan efek berbahaya dan menemukan bahwa rokok elektrik mungkin tidak seaman yang diperkirakan sebelumnya. Perbedaan yang kami lihat sangat besar. Sebaiknya pertimbangkan konsekuensinya terhadap kesehatan Anda, terutama yang berkaitan dengan kesehatan jantung,” ungkap Dr Yakubu Bene-Alhasan, penulis utama dari studi tersebut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pengguna rokok elektrik memiliki risiko 19% lebih tinggi untuk mengalami gagal jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menggunakannya.
Faktor-faktor risiko lainnya seperti demografi, sosial ekonomi, serta penggunaan alkohol dan tembakau di masa lalu dan saat ini juga telah diperhitungkan dalam analisis ini.
Dengan temuan ini, masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap penggunaan rokok elektrik dan mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan jantung.










