triggernetmedia.com – SMK Katolik Santa Maria Pontianak berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan industri. Salah satunya melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang diselenggarakan pada 18 – 20 April 2024.
UKK SMK Katolik Santa Maria Pontianak ini diikuti seluruh siswa kelas XII Program Multimedia. Seperti tahun sebelumnya, UKK menghadirkan langsung tim penguji eksternal dari industri terkait yakni Lembaga Penyiaran Publik, LPP TVRI Stasiun Kalimantan Barat.
Selain melibatkan tim penguji pendamping dari internal lembaga pendidikan swasta ini sendiri, Kerjasama dengan penguji eksternal ini bertujuan untuk memastikan siswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri dan siap untuk memasuki dunia kerja.
Para penguji memberikan penilaian berdasarkan praktik kerja dan teori yang telah dipelajari siswa selama di sekolah.
Kepala Sekolah SMK Katolik Santa Maria Pontianak, Wisyie Naana menjelaskan, UKK merupakan salah satu indikator keberhasilan program pembelajaran di sekolah.
“Dengan menghadirkan penguji eksternal (assessor), kami ingin memastikan bahwa lulusan SMK Katolik Santa Maria Pontianak memiliki kualitas yang mumpuni dan siap bersaing di dunia kerja,” katanya.
Menurutnya, Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada KKNI.
UKK dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembelajaran di SMK di tingkat terakhir.
UKK ini lanjutnya, adalah satu untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh, kedua, memfasilitasi siswa SMK yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dan/atau sertifikat uji kompetens, ketiga, mengoptimalkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan SMK sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, serta keempat yakni memfasilitasi kerjasama SMK dengan dunia kerja dalam rangka pelaksanaan Uji Kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Karenanya kami melibatkan pihak luar sebagai assessor atau penguji” kata Wisyie Naana










