triggernetmedia.com – Mudik Lebaran semakin dekat, dan bersamaan dengan momen bahagia itu, muncul juga bahaya yang perlu diwaspadai yaitu microsleep.
Istilah ini mengacu pada kondisi hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena kelelahan atau mengantuk, yang dapat menjadi malapetaka terutama saat sedang mengemudi.
Microsleep umumnya berlangsung singkat, antara sepersekian detik hingga 10 detik.
Namun, dalam kondisi tertentu, durasinya bisa bertambah menjadi lebih lama saat seseorang sudah sangat mengantuk.
Ciri-ciri microsleep perlu dikenali untuk menghindari bahaya ini saat berkendara:
- Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala.
- Tidak menyadari peristiwa baru yang terjadi, meskipun tidak sedang melamun.
- Menguap terus-menerus.
- Kelopak mata terasa sangat berat atau berkedip berlebihan.
- Kesulitan memproses informasi atau kebingungan dalam berkomunikasi.
- Kemudi tanpa disadari keluar dari jalur.
- Tidak mendengarkan pembicaraan orang lain.
- Tidak mengingat peristiwa beberapa menit sebelumnya.
- Menjatuhkan barang yang sedang dipegang.
- Hilangnya kontrol postur tubuh, yang dapat menyebabkan kepala tiba-tiba terjatuh.
Penyebab microsleep tidak hanya terkait dengan kurang tidur, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, serta efek samping dari obat-obatan, narkoba, atau alkohol.
Untuk menghindari microsleep saat berkendara, penting untuk:
- Tidak memaksakan diri saat tubuh kelelahan atau kurang istirahat.
- Mengalihkan perhatian dengan mendengarkan musik bertempo cepat.










