triggernetmedia.com – Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, tak terkecuali bagi penderita diabetes melitus atau akrab disebut kencing manis.
Berpuasa dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi akut seperti hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis diabetikum dan dehidrasi atau trombosis.
Penderita diabetes perlu mempersiapkan kondisi tubuhnya sebaik mungkin, apabila tetap berkeinginan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Hal ini diungkapkan perawat Siti Rahima Harahap, SKep Ners saat menyampaikan edukasi kepada 15 pasien dan pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Jumat (16/2).
Ia mengimbau masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara menyeluruh satu bulan sebelum menjalankan ibadah puasa, meliputi kadar gula darah, tekanan darah dan kadar lemak darah sekaligus menentukan risiko yang akan terjadi bila pasien tetap ingin berpuasa.
“Selain itu, periksa kadar gula darah secara teratur, terutama pertengahan hari, dan menjelang buka puasa,” ungkapnya dihadapan para peserta penyuluhan.
Dijelaskannya lagi, dalam pengobatan, penderita harus menyesuaikan dosis serta jadwal pemberian obat oral dan atau insulin selama menjalankan ibadah puasa. Bila kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL atau hipoglikemia, disarankan untuk membatalkan puasa.
“Tanda hipoglikemia, antara lain tangan gemetar, keluar keringat dingin, nyeri kepala, dada berdebar dan pusing, disarankan mereka yang kadar gulanya belum terkendali atau sering naik turun, supaya mengecek kadar gula menggunakan alat pengecek kadar gula darah yang bisa dilakukan dirumah atau melakukan cek ke laboratorium,” pesan Siti Rahima.
Saran yang sama juga disampaikan bagi penderita diabetes dengan kadar gula darah lebih dari 300 mg/dL untuk menghindari terjadinnya ketoasidosis diabetikum.
“Pola makan yang tepat harus diterapkan, idealnya saat berbuka puasa konsumsi karbohidrat sederhana seperti kurma atau makanan kecil secukupnya, dan konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur, menjaga asupan buah, sayuran dan cairan yang cukup,” tandasnya.
“Selanjutnya hindari aktivitas fisik yang berlebihan terutama beberapa saat menjelang waktu berbuka puasa, selalu konsultasi ke dokter selama menjalankan ibadah puasa, serta jangan menjalankan ibadah puasa bila merasa tidak sehat,” pungkasnya.




