triggernetmedia.com – Pada tahun 2023, Kalimantan Barat mencatat kenaikan signifikan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meningkat dari 69,71 pada tahun sebelumnya menjadi 70,47.
Menurut otoritas terkait, kenaikan ini disokong oleh peningkatan angka usia harapan hidup, menandakan pertumbuhan yang positif dalam kondisi kesejahteraan masyarakat.
Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari mengungkapkan bahwa perhatian terhadap kesehatan lansia menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup.
Hal ini disampaikannya dalam acara wisuda 52 lansia dari Sekolah Lansia Al-Kautsar Standar-1 di Kabupaten Kubu Raya, di Ballroom Hotel Orchard Perdana, Sabtu (2/12)
“Peningkatan usia harapan hidup mengharuskan kita untuk terus menjaga kesehatan agar tetap produktif dan bahagia,” ujarnya.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, lansia yang mandiri dan memiliki ketergantungan ringan jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang memiliki ketergantungan sedang atau berat.
Oleh karena itu, Windy Prihastari menekankan pentingnya usaha untuk menjaga kemandirian lansia guna mempertahankan keaktifan dan kesehatan.
Sekolah Lansia Al-Kautsar Standar-1 Kabupaten Kubu Raya adalah salah satu langkah dalam mendukung peningkatan produktivitas di kalangan lansia.
Windy menekankan bahwa kehadiran sekolah ini memberikan manfaat dalam menambah keahlian dan pengetahuan bagi lansia, yang telah mendapatkan pendidikan selama delapan pertemuan oleh dosen-dosen terampil.
Melihat keberhasilan ini, rencananya PKK Provinsi Kalimantan Barat akan bekerja sama dengan BKKBN untuk mendirikan sekolah lansia di 14 Kabupaten/Kota, dengan target peningkatan kualitas lansia yang tangguh dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita berharap lulusan dari sekolah lansia dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat serta membagikannya kepada komunitas mereka,” tambah Windy Prihastari.
Selain itu, peran lansia juga diharapkan dapat membantu dalam mengatasi masalah stunting di Kalimantan Barat.
Windy menegaskan bahwa peran mereka dalam mensosialisasikan pentingnya gizi dan Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sangatlah krusial, terutama kepada ibu-ibu muda dan remaja untuk menekan angka stunting.





