triggernetmedia.com – Pemerintah Kota melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) menggelar job fair.
Acara ini diikuti oleh 25 perusahaan yang menawarkan sebanyak 145 lowongan pekerjaan, Selasa (28/11).
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang turut hadir dalam acara pembukaan Job Fair Kota Pontianak di Aula UMP Jalan Ahmad Yani, menekankan pentingnya acara ini sebagai upaya untuk menghadirkan lapangan pekerjaan baru.
“Kota Pontianak adalah kota perdagangan dan jasa. Kita berharap job fair membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Menurut Edi, meskipun angka pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 9,82 persen di tahun 2022 menjadi 8,92 persen di tahun 2023, hal ini tetap menjadi perhatian setelah dampak pandemi COVID-19.
Job fair menjadi solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak: para pencari kerja mendapatkan informasi tentang peluang pekerjaan sementara perusahaan mendapat tenaga kerja yang dibutuhkan.
Edi juga menyoroti bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030-2035, di mana hampir 70 persen penduduk Indonesia akan berusia produktif.
Hal ini menjadi dorongan bagi pemuda untuk terus memperbaharui keterampilan dan memperluas jaringan sosial.
“Pertumbuhan ekonomi menjadi indikator penting dalam pengembangan lapangan kerja. Pemkot Pontianak berupaya menarik investasi dan mempermudah izin usaha guna menciptakan pasar ekspor yang lebih baik,” papar Edi.
Sementara Kepala Disnaker Kota Pontianak, Ismail, menjelaskan bahwa job fair ini juga menyediakan fasilitas berbagai pelatihan.
Kolaborasi dengan lembaga pelatihan kerja dan Bursa Kerja Khusus menjadi bagian dari upaya untuk melatih dan meningkatkan keterampilan vokasi bagi para pencari kerja.
Job Fair Kota Pontianak berlangsung selama dua hari, dimulai dari tanggal 28 hingga 29 November, memberikan kesempatan bagi para pencari kerja untuk menjalin hubungan dengan perusahaan dan mendapatkan informasi serta peluang pekerjaan yang ada di Kota Pontianak.





